Ilmu adalah panglima hidup, setiap insan hidup sejauh ilmunya ....... Terkadang kita butuh keterasingan untuk menemukan kembali arti dan tujuan kita sebagai manusia ....... Hidup itu indah, jika kita tahu kuncinya ....... Jangan pernah memikirkan hasil, jika tidak berusaha keras .......

Sekapur Sirih

Terimakasih saya ucapkan atas kemurahan hati anda meluangkan sedikit waktu anda untuk melihat blog saya ini.
Mudah-mudahan semua yang ada disini dapat bermanfaat buat kita semua..

Kamis, 05 April 2012

Ilmu Budaya Dasar 5 - Manusia dan Penderitaan

MANUSIA DAN PENDERITAAN
= = = = = = = = = = = = = = = = = = =

Tidak ada penderitaan, yang ada hanya sebuah sikap yang salah dalam menyikapi, menjalani dan menghadapi sebuah keadaan yang kita alami, baik itu keadaan karena akibat dari perbuatan kita ataupun memang yang sudah menjadi takdir kita.

Itu sebuah kesimpulan yang bisa saya ambil dari hasil membaca, mengobrol dengan orang-orang yang pernah saya temui ataupun yang dari saya alami sendiri. Sikap setiap individu dalam menghadapi sebuah keadaan berbeda. Ada yang menyikapi dengan lebih mengunggulkan sisi negatif dan ada yang menyikapi dari sisi positif.

Sebuah sikap positif dalam menghadapi dan menjalani sebuah keadaan yang memang menjadi takdir kita, sering saya temui di jalanan serta dari media-media yang ada. Takdir yang saya maksud disini adalah sebuah keadaan yang terjadi bukan karena akibat dari sesuatu yang kita lakukan saja , tapi memang sudah diberikan,  seperti ketika seseorang terlahir dengan keterbatasan fisik.

Dimana dengan keterbatasan fisik mereka, mereka tetap ikhlas dalam menjalani kehidupan, tetap yakin akan sebuah keindahan diakhirnya nanti, tetap sabar dan bersyukur karena mereka yakin ini yang terbaik buat mereka yang diberikan Tuhan.  

Ataupun ketika seseorang tertimpa masalah, dan dia menyikapi hal tersebut dengan sikap positif memungkinkan masalah tersebut bukan menjadi penderitaan baginya. Seperti berpikir bahwa masalah yang timbul mungkin karena kesalahan sikap, yang mana dengan menganalisa seperti itu memungkinkan untuk perbaikan sikap yang lebih baik kedepannya. Atau kita bisa berpikir bahwa ini adalahsebuah keseimbangan agar kita nantinya lebih menghargai, mensyukuri ketika kita tidak dalam keadaan mempunyai masalah.


Dari hal tersebut bisa dinilai keadaan yang sangat tidak nyaman, yang mungkin bagi orang lain adalah sebuah penderitaan, tapi bagi mereka yang bisa lebih ikhlas menerima dan menilai keadaan tersebut secara positif maka menjadikan keadaan tersebut bukan sebuah penderitaan tapi merupakan ajang untuk melatih diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi kedepannya yaitu pribadi yang penuh dengan sikap sabar, ikhlas,  syukur dan optimis.

Banyak hal ataupun permasalahan yang kecil yang menjadi sebuah masalah besar. Hal ini bisa disebabkan karena salah menyikapi kondisi tersebut, yang mana hal itu menjadi sebuah “penderitaan” bagi pelakunya. Mereka menjadi tersiksa dengan keadaan yang mereka ciptakan sendiri, padahal terkadang keadaan tersebut tidak separah yang mereka bayangkan dan pikirkan. Dan itu semua sekali lagi merupakan sebab karena cara menyikapi sebuah keadaan dengan salah.

Ketika kita meyakini bahwa di dalam kesusahan selalu ada kemudahan, maka memungkinkan kita berpikir untuk tetap yakin ada jalan keluar dari masalah tersebut. Dan jika kita yakin ada jalan keluar, maka kita tidak akan takut dan kita tidak menganggap masalah atau kesusahan yang kita hadapi adalah sebuah penderitaan.

Tuhan menciptakan semuanya dengan penuh kebaikan, sikap dan perbuatan kitalah yang sering menjadikan dan menciptakan keburukan. Dengan lebih mendekatkan diri kepadaNya dan mematuhi semua aturanNya maka kita akan selalu merasakan kebahagiaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar