Ilmu adalah panglima hidup, setiap insan hidup sejauh ilmunya ....... Terkadang kita butuh keterasingan untuk menemukan kembali arti dan tujuan kita sebagai manusia ....... Hidup itu indah, jika kita tahu kuncinya ....... Jangan pernah memikirkan hasil, jika tidak berusaha keras .......

Sekapur Sirih

Terimakasih saya ucapkan atas kemurahan hati anda meluangkan sedikit waktu anda untuk melihat blog saya ini.
Mudah-mudahan semua yang ada disini dapat bermanfaat buat kita semua..

Kamis, 26 April 2012

Ilmu Budaya Dasar 8 - Manusia dan Tanggung Jawab

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

Ketika seorang manusia memutuskan untuk melakukan apa yang sudah menjadi sebuah keputusannya, maka dia harus mempersiapkan diri mempertanggung jawabkan apa yang akan dan telah dilakukannya. Pertanggung jawaban disini baik tanggung jawab secara langsung dialam ini, ataukah tanggung jawab ketika kelak dihadapanNya di akhirat kelak.

Pertanggung jawaban yang saya maksud disini ketika apa yang kita lakukan memiliki dampak negatif bagi dirinya dan lingkungannya. Ketika dampak negatif yang berdampak pada lingkungan tersebut mengakibatkan kebudayaan ataupun aturan lingkungan tersebut meminta pertanggungjawaban kepada si pelaku, maka pelaku tersebut harus siap menerima dan menjalani konsekwensi tersebut.Dan sudah pasti pertanggung jawaban kepada Allah juga kelak.

Setiap insan yang terlahir dialam ini sebenarnya sudah digariskan untuk bertanggung jawab, hal ini ketika didalam perjalanannya dia memiliki usia yang melewati akhil baliq, seperti kita ketahui didalam salah satu agama, bahwa usia setelah akhil baliq maka orang tersebut sudah digariskan untuk mempertanggungjawabkan setiap perbuatannya sendiri.

Seiring dengan perkembangan zaman, perubahan kebudayaan, pengaruh lingkungan dan pelaku dizaman tersebut, kita dapat melihat karakter setiap insan pada saat ini lebih banyak melakukan sesuatu tanpa mempertimbangkan konsekwensi dari apa yang akan di perbuatnya. Hal ini mengakibatkan mereka tidak siap mempertanggung jawabkan setiap perbuatannya ketika apa yang diperbuatnya mengakibatkan dampak negatif terhadap dirinya dan lingkungannya.

Seperti kita ketahui pada saat ini baik generasi muda ataupun seseorang yang sudah masuk kategori dewasa, sering mengambil sebuah keputusan secara cepat tanpa pertimbangan yang lebih mendalam dan tanpa memikirkan konsekwensinya. Perubahan zaman dan kebudayaan saat ini yang membuat semua di analisa secara logika, tanpa mempertimbangkan dari segi Agama. 

Ya berpikir secara logika tanpa mendasarinya dari pengetahuan secara Agama, membuat setiap orang melakukan sesuatu tanpa memperhitungkan konsekwensi dan tanpa mempersiapkan diri untuk mempertanggung jawabkan setiap perbuatannya. Hal ini membuat tidak jarang setiap insan yang tidak mempersiapkan diri menjadi  lari dari hal yang seharusnya dipertanggung jawabkan.

Seperti kita ketahui bahwa didalam agama sudah dijelaskan bahwa setiap hal yang akan kita lakukan akan mendapatkan balasan sekecil apapun itu. Hal ini berarti kita harus mempersiapkan diri untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatan kita.

Jumat, 20 April 2012

Ilmu Budaya Dasar 7 - Manusia dan Pandangan Hidup

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

Sebelum melakukan sebuah tindakan, umumnya sikap seorang manusia adalah berpikir dan mempertimbangkan hal yang akan dilakukannya, hal ini menjadi bagian dari pandangan hidup seseorang. Baik itu tindakan yang akan dilakukannya pada saat ini atau dalam waktu yang akan datang pasti akan melalui proses pemikiran dan pertimbangan di dalam hati. Ketika dia memutuskan untuk melakukan tindakan tersebut itu menjadi bagian dari sikap hidup seorang manusia.

Pertimbangan didalam hati dan pikiran berbeda-beda bagi setiap orang. Dalam melakukan sebuah tindakan, proses dalam memikirkan dan mempertimbangkan tergantung kepada kondisi dan keadaan orang tersebut. Hal ini berpengaruh besar terhadap tindakan yang akan dilakukan orang tersebut terhadap hal yang dipikirkan dan dipertimbangkannya. Sebuah hal atau wacana ataupun sebuah benda yang diberikan ke beberapa orang akan menghasilkan sesuatu hal dan respon serta tindakan yang berbeda. Hal ini terjadi karena cara berpikir yang berbeda bagi setiap orang.

Kemampuan seorang manusia dalam mengelolah cara berpikir sangat mempengaruhi keberadaannya dilingkungan dan alam ini. Banyak hal negatif yang dilakukan seseorang karena ketidakmampuannya mengelolah pola pikirnya dan cara mempertimbangkan sesuatu, yang mana hal ini justru merugikan dirinya sendiri.

Banyak juga manusia-manusia “super” yang menjadi orang berkemampuan lebih di dalam lingkungan dan alam ini karena kemampuannya mengelolah cara berpikirnya. Seperti kata-kata para motivator yang mengatakan bahwa “pikiran itu ibarat raksasa yang tidur, jika kita mampu membangunkannya maka kita akan kuat”.

Kondisi lingkungan, perkembangan zaman dan teknologi sangat berpengaruh besar terhadap cara berpikir seseorang pada saat ini. Saat ini banyak hal-hal yang dilakukan seseorang yang terkadang diluar aturan dan kondisi yang seharusnya. Hal-hal tersebut sudah terjadi disemua lapisan usia, sehingga batasan usia tidak lagi jadi penghalang bagi seseorang manusia melakukan hal-hal tersebut.

Umumnya karena banyak faktor negatif yang mempengaruhi, menjadikan cara berpikir seseorang lebih pendek. Dalam arti ketika akan melakukan sesuatu mereka jarang mempertimbangkan konsekwensi negatif ataupun resiko dari perbuatan mereka tersebut. Dan ketika mereka melakukan hal tersebut dan hasilnya tidak sesuai yang diharapkan, mereka menjadi lebih tertekan. Hal ini karena mereka kaget dengan konsekwensi negatif dari perbuatan tersebut. Ketidaksiapan mental menerima sebuah hasil akhir dari sebuah perbuatan menghasilkan tindakan nekat yang diluar dari batas kewajaran dan aturan sebagai makhluk hidup.

Pandangan hidup yang dibentuk tanpa memikirkan tujuan kenapa kita berada di alam ini hanya akan mengasilkan pandangan hidup yang salah. Menjadikan ego dan hawa nafsu raja dihati dan pikiran kita, membuat kita semakin salah dan sering salah dalam menentukan pandangan hidup ini. Hal ini membuat hidup semakin jauh dari kebahagiaan dan menjadi pengaruh negatif terhadap lingkungan.

Memang susah dengan kondisi lingkungan dan kebudayaan yang ada saat ini untuk tetap berpikir dengan cara yang berbeda. Tetapi jika kita meyakini bahwa sesuatu yang baik dan berharga butuh pengorbanan, komitmen dan konsisten dalam bersikap dan bertindak yang baik dan benar sesuai dengan aturan yang seharusnya maka kita akan lebih kuat dalam menjalaninya.

Jika kita tarik kembali hakikat sebenarnya tujuan diciptakannya kita oleh ALLAH, maka kita tidak akan merubah pandangan dan sikap hidup kita diluar dari yang seharusnya. Ya pandangan  hidup untuk beriman dengan sebenar-benarnya iman, dan bersikap seharusnya sebagaimana sikap alam yang tunduk patuh pada aturanNya akan menciptakan kebahagian dan kedamaian bagi kita pribadi dan alam ini.

Kamis, 12 April 2012

Ilmu Budaya Dasar 6 - Manusia dan Keadilan

MANUSIA DAN KEADILAN


Sebuah dilema sering dirasakan masyarakat ketika berbicara dan berkaitan dengan sebuah nama yang disebut keadilan. Sebuah kondisi dimana memiliki nilai yang berbeda bagi setiap individu. Dinegara kita yang memiliki beragam kebudayaan memiliki sebuah hukum tersendiri yang di sebut hukum adat. Didalam hukum adat, masyarakat adat tersebut sudah memahami tentang aturan dan tatacara menjalankan hukum tersebut. Hal ini masih sering kita lihat di daerah-daerah pedalaman atau pinggiran di seluruh wilayah Indonesia.

Didalam sebuah hukum adat, sebuah aturan yang sudah dijalankan sejak nenek moyang dulu, menjadikan sebuah keadilan menurut masyarakat adat tersebut benar-benar dijalankan. Keadilan disini dalam arti ketika ada sebuah permasalahan maka penyelesaiannya sesuai dengan aturan adat tersebut tanpa memandang posisi dan jabatan orang tersebut.

Selain hukum adat, dinegara kita juga ada hukum nasional. Yang berarti ada aturan hukum yang merata tanpa memandang suku ataupun agama tertentu. Hal ini dikuatkan dengan adanya penjelasan bahwa semua masyarakat sama rata dimata hukum… Ya itu teori yang tertulis dibuku aturan hukum Negara kita, tapi pada kenyataan pelaksanaannya banyak hal yang menyimpang dari aturan tertulis tersebut.

Banyak kejadian yang membuktikan bagaimana hukum yang katanya tidak memandang jabatan dan posisi seseorang, tidak berlaku ketika orang yang melanggar hukum tersebut memiliki posisi dan jabatan yang berpengaruh di Negara ini. Banyak masyarakat kecil yang menjadi korban hukum tanpa mendapatkan keadilan ketika dia menjadi korban dari kesalahan orang-orang yang berpengaruh ataupun memiliki kekuasaan dan harta dinegara ini. Tapi tidak semuanya permasalahan diselesaikan dengan tidak adil.

Keadilan sesungguhnya adalah milik ALLAH, keadilan yang benar-benar adil seadil-adilnya. Sementara keadilan yang dibuat manusia adalah sebuah keadilan semu yang mana semuanya bisa berubah seiring dengan perjalanan waktu dan perkembangan jaman, berubah seiring dengan bergantinya pelaku-pelaku dan penegak-penegak hukum. Dan semuanya disesuaikan dengan kepentingan-kepentingan sekelompok golongan di masa tersebut.

Kamis, 05 April 2012

Ilmu Budaya Dasar 5 - Manusia dan Penderitaan

MANUSIA DAN PENDERITAAN
= = = = = = = = = = = = = = = = = = =

Tidak ada penderitaan, yang ada hanya sebuah sikap yang salah dalam menyikapi, menjalani dan menghadapi sebuah keadaan yang kita alami, baik itu keadaan karena akibat dari perbuatan kita ataupun memang yang sudah menjadi takdir kita.

Itu sebuah kesimpulan yang bisa saya ambil dari hasil membaca, mengobrol dengan orang-orang yang pernah saya temui ataupun yang dari saya alami sendiri. Sikap setiap individu dalam menghadapi sebuah keadaan berbeda. Ada yang menyikapi dengan lebih mengunggulkan sisi negatif dan ada yang menyikapi dari sisi positif.

Sebuah sikap positif dalam menghadapi dan menjalani sebuah keadaan yang memang menjadi takdir kita, sering saya temui di jalanan serta dari media-media yang ada. Takdir yang saya maksud disini adalah sebuah keadaan yang terjadi bukan karena akibat dari sesuatu yang kita lakukan saja , tapi memang sudah diberikan,  seperti ketika seseorang terlahir dengan keterbatasan fisik.

Dimana dengan keterbatasan fisik mereka, mereka tetap ikhlas dalam menjalani kehidupan, tetap yakin akan sebuah keindahan diakhirnya nanti, tetap sabar dan bersyukur karena mereka yakin ini yang terbaik buat mereka yang diberikan Tuhan.  

Ataupun ketika seseorang tertimpa masalah, dan dia menyikapi hal tersebut dengan sikap positif memungkinkan masalah tersebut bukan menjadi penderitaan baginya. Seperti berpikir bahwa masalah yang timbul mungkin karena kesalahan sikap, yang mana dengan menganalisa seperti itu memungkinkan untuk perbaikan sikap yang lebih baik kedepannya. Atau kita bisa berpikir bahwa ini adalahsebuah keseimbangan agar kita nantinya lebih menghargai, mensyukuri ketika kita tidak dalam keadaan mempunyai masalah.


Dari hal tersebut bisa dinilai keadaan yang sangat tidak nyaman, yang mungkin bagi orang lain adalah sebuah penderitaan, tapi bagi mereka yang bisa lebih ikhlas menerima dan menilai keadaan tersebut secara positif maka menjadikan keadaan tersebut bukan sebuah penderitaan tapi merupakan ajang untuk melatih diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi kedepannya yaitu pribadi yang penuh dengan sikap sabar, ikhlas,  syukur dan optimis.

Banyak hal ataupun permasalahan yang kecil yang menjadi sebuah masalah besar. Hal ini bisa disebabkan karena salah menyikapi kondisi tersebut, yang mana hal itu menjadi sebuah “penderitaan” bagi pelakunya. Mereka menjadi tersiksa dengan keadaan yang mereka ciptakan sendiri, padahal terkadang keadaan tersebut tidak separah yang mereka bayangkan dan pikirkan. Dan itu semua sekali lagi merupakan sebab karena cara menyikapi sebuah keadaan dengan salah.

Ketika kita meyakini bahwa di dalam kesusahan selalu ada kemudahan, maka memungkinkan kita berpikir untuk tetap yakin ada jalan keluar dari masalah tersebut. Dan jika kita yakin ada jalan keluar, maka kita tidak akan takut dan kita tidak menganggap masalah atau kesusahan yang kita hadapi adalah sebuah penderitaan.

Tuhan menciptakan semuanya dengan penuh kebaikan, sikap dan perbuatan kitalah yang sering menjadikan dan menciptakan keburukan. Dengan lebih mendekatkan diri kepadaNya dan mematuhi semua aturanNya maka kita akan selalu merasakan kebahagiaan.