MANUSIA DAN CINTA KASIH
Berbicara tentang cinta berarti berkaitan dengan perasaan. Sebuah bagian dari kehidupan yang buat saya merupakan hal yang sulit diterjemahkan (tergantung suasana, situasi dan kondisinya). Seperti kita ketahui bahwa perasaan cinta itu sudah tertanam di setiap makhluk hidup sejak awal dia diciptakan. Pada hewan dan tumbuhan hal ini juga dapat kita lihat dengan jelas, bukan hanya pada manusia saja hal itu ada.
Perasaan cinta dapat kita lihat dari sikap dan tingkah laku dari setiap makhluk hidup. Pada hewan dapat kita lihat bagaimana sikap seekor induk hewan terhadap anaknya, atau terkadang ada sikap hewan yang berbeda jenis membantu jenis hewan lainnya.
Manusia sebagai makhluk yang diciptakan paling sempurna (lebih dari makhluk lainnya), menjadi contoh yang lengkap dari wujud cinta kasih tersebut. Sikap dan tingkah laku manusia berkaitan dengan cinta tersebut bermacam-macam. Dan hal ini terus berubah seiring perkembangan jaman, dari dulu hingga saat ini.
Perubahan jaman dengan nama eraglobalisasi berpengaruh besar terhadap arti dan perwujudan cinta kasih tersebut dari manusia terhadap lingkungannya (Lingkungan yang saya maksud disini adalah segala yang ada di alam ini ). Kita dapat melihat secara langsung bagaimana perubahan itu terjadi, seperti cinta kasih orangtua terhadap anaknya dan sebaliknya, cinta kasih antar makhluk sosial, dan cinta kasih antar lawan jenis, serta cinta kasih pemimpin terhadap apa yang dipimpinnya.
Seperti saya katakan sebelumnya, bahwa perubahan jaman berpengaruh besar terhadap arti dan perwujudan cinta kasih tersebut. Pada saat ini, cinta kasih atau saya sebut perasaan sayang dari setiap individu pada lingkungannya mulai bergeser dari yang seharusnya. Seperti perasaan sayang orang tua ke anaknya, disaat sekarang banyak orang tua berpikir rasa sayang bisa di wakili dengan memberikan fasilitas ataupun materi berlebih ke anak tanpa harus mendampingi secara langsung. Dengan kata lain, cukup dengan materi berlebih, maka peran orang tua yang seharusnya sudah dapat di wakilkan.
Hal ini tentu salah dan memberikan dampak negatif bagi anaknya. Begitu juga dengan perasaan sayang terhadap lawan jenis, seperti kejadian baru-baru ini, seorang mantan suami yang tega membakar mantan istrinya hanya karena mantan istrinya jalan dengan pria lain. Sikap perasaan sayang yang berlebihan membuat sikap yang salah terhadap objek yang disayang.
Selain itu hal yang marak saat ini adalah perasaan sayang antara lawan jenis yang belum ada ikatan resmi, atau bahasa umumnya hubungan pacaran. Pada saat ini, perasaan sayang seperti ini sangat luar biasa pengaruhnya terhadap sikap dan tingkah laku individu yang mengalaminya. Perasaan ini umumnya menjadi no 1 (yang mendominasi) di dalam pikiran individu yang menjalaninya. Apabila ada gangguan terhadap perasaan ini, atau ada kondisi yang tidak menyenangkan berkaitan dengan perasaan sayang(hubungan) terhadap pacar, maka akan berpengaruh kepada bagian lain yang dimiliki individu tersebut.
Kalau saat ini sedang trend kondisi yang di sebut GALAU, yang artinya sedang ada masalah dengan pacar. Seolah-olah dunia runtuh, makan tidak selera, tidur tidak nyenyak, males berbicara dan hal negatif lainnya. Sebuah sikap yang salah dalam menyikapi sebuah keadaan dan perasaan sayang, kembali menjadi sebab setiap individu salah menempatkan perasaan sayang tersebut.
Perkembangan jaman, pengaruh lingkungan, modernisasi, kemajuan teknologi menjadi jembatan yang mempengaruhi sikap individu dalam menempatkan dan menyikapi perasaan sayang. Ketika individu salah menterjemahkan dan mengaplikasikan perasaan sayang terhadap lingkungannya, maka efek negatiflah yang timbul dari sikap tersebut.
Seperti kita ketahui, pada hakikatnya sikap cinta kasih yang seharusnya benar-benar kita curahkan secara totalitas adalah sikap cinta kasih kepada Tuhan yang telah menciptakan kita, memberikan nikmat yang tidak akan pernah habis selama kita hidup. Dengan sikap cinta kasih yang seutuhnya kepada-Nya, maka sikap cinta kasih kita kepada lingkungan yang telah diciptakanNya tidak akan pernah salah tempat dan tujuan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar