Ilmu adalah panglima hidup, setiap insan hidup sejauh ilmunya ....... Terkadang kita butuh keterasingan untuk menemukan kembali arti dan tujuan kita sebagai manusia ....... Hidup itu indah, jika kita tahu kuncinya ....... Jangan pernah memikirkan hasil, jika tidak berusaha keras .......

Sekapur Sirih

Terimakasih saya ucapkan atas kemurahan hati anda meluangkan sedikit waktu anda untuk melihat blog saya ini.
Mudah-mudahan semua yang ada disini dapat bermanfaat buat kita semua..

Kamis, 29 Maret 2012

Ilmu Budaya Dasar 4 - Manusia dan Keindahan

MANUSIA DAN KEINDAHAN

Keindahan itu salah satu bagian yang diciptakan Tuhan di alam ini. Makhluk hidup terutama manusia sangat menyukai keindahan. Apapun bentuk keindahan yang ada di alam ini, pada umumnya manusia menyukainya. Keindahan tidak hanya berupa bentuk nyata seperti pemandangan, karya seni seperti lukisan, ukiran ataupun benda lainnya yang dapat ditangkap oleh mata dan dapat kita sentuh.

Tapi ada keindahan yang tidak dapat dilihat mata tetapi dapat dirasa oleh panca indera lainya, seperti keindahan alunan sebuah nada dalam musik, keindahan bentuk kata-kata yang tersusun dalam puisi yang dibacakan oleh seseorang, ataupun keindahan tingkahlaku  manusia yang dapat kita rasakan melalui perasaan, dan keindahan-keindahan lainya.

Umumnya tiap individu manusia, menganggap bahwa keindahan itu haruslah yang menyenangkan dan membahagiakan, jadi sesuatu yang tidak menyenangkan baginya  itu bukanlah sebuah keindahan. Karena balik ke pandangan umum, bahwa keindahan haruslah yang menyenangkan dan membahagiakan.

Tapi sebenarnya keindahan tidak terpaku pada konsep dasarnya yang harus menyenangkan dan membahagiakan, karena ketika kita mampu menempatkan diri didalam sebuah keadaan yang tidak menyenangkan, maka itu bisa menjadi sebuah keindahan. Dengan kata lain kemampuan menyikapi sebuah keadaan negatif menjadi positif dapat menciptakan sebuah keindahan.

Disini saya mencoba mengutarakan pandangan saya terhadap sebuah keindahan tidak berbentuk nyata, yaitu keindahan sikap dalam  menyikapi sebuah kondisi/keadaan apapun.

Seperti kita ketahui pada umumnya ketika ada sebuah kondisi yang tidak sesuai dengan yang kita harapkan ataupun tidak menyenangkan, maka sikap umum kita adalah dominan bersikap negatif terhadap kondisi tersebut. Hal ini menyebabkan keadaan yang tidak menyenangkan tersebut menjadi sebuah beban bagi diri kita, yang membuat kita menganggap hal itu adalah sebuah keburukan bukan sebuah keindahan.

Padahal jika kita mampu bijaksana dalam menilai dan menyikapi sebuah kondisi yang tidak menyenangkan, dan mencoba merubah keadaan itu menjadi sebuah hal yang positif, maka respon yang akan kita keluarkan akan positif dan membuat tingkahlaku kita menjadi positif yang akan membuat keindahan bagi orang lain dan lingkungan yang menerima atau menilainya.

Contohnya ketika kita berada dijalan, dan ada kendaraan lain yang menyenggol kendaraan kita, jika respon negatif yang kita berikan, maka kita akan marah-marah dan langsung membuat sikap arogan dan egois. Hal ini bisa menciptakan kondisi permusuhan dengan pihak yang menabrak. Padahal jika diawalnya kita mulai dengan sikap positif seperti memberi senyum dan meminta maaf duluan kepada orang yang menabrak meskipun dia yang salah maka umumnya orang tersebut akan merespon dengan sikap positif dan ini akan menciptakan kondisi yang lebih harmonis.

Karena jika kita coba menempatkan diri kita pada sisi positif kita bisa berpikirapakah kita yang salah karena tidak memberi tanda, atau tidak mendengar tanda yang diberikan pihak yang menabrak, atau kita bisa berpikir mungkin orang yang menabrak kita sedang tidak konsen, atau kendaraannya bermasalah atau sebab lainnya.

Dengan kata lain kita bisa coba menempatkan diri kita pada posisi orang tersebut. Selain itu, setahu saya tidak ada satupun individu yang ingin bermasalah dan mempunyai masalah. Terkadang masalah itu muncul karena individu tidak mampu mengendalikan hati, pikiran dan ego dalam dirinya.

Begitu juga dengan kondisi lainnya yang kita alami, jika respon pertama adalah positif maka hal ini akan menghasilkan sesuatu yang positif, yang mana itu adalah sebuah keindahan dalam bersikap, bertingkahlaku di dalam kehidupan kita.

Kamis, 22 Maret 2012

Ilmu Budaya Dasar 3 - Manusia dan Cinta Kasih


MANUSIA DAN CINTA KASIH

Berbicara tentang cinta berarti berkaitan dengan perasaan. Sebuah bagian dari kehidupan yang buat saya merupakan hal yang sulit diterjemahkan (tergantung suasana, situasi dan kondisinya). Seperti kita ketahui bahwa perasaan cinta itu sudah tertanam di setiap makhluk hidup sejak awal dia diciptakan. Pada hewan dan tumbuhan hal ini juga dapat kita lihat dengan jelas, bukan hanya pada manusia saja hal itu ada. 

Perasaan cinta dapat kita lihat dari sikap dan tingkah laku dari setiap makhluk hidup. Pada hewan dapat kita lihat bagaimana sikap seekor induk hewan terhadap anaknya, atau terkadang ada sikap hewan yang berbeda jenis membantu jenis hewan lainnya.
Manusia sebagai makhluk yang diciptakan paling sempurna (lebih dari makhluk lainnya), menjadi contoh yang lengkap dari wujud cinta kasih tersebut. Sikap dan tingkah laku manusia berkaitan dengan cinta tersebut bermacam-macam. Dan hal ini terus berubah seiring perkembangan jaman, dari dulu hingga saat ini.

Perubahan jaman dengan nama eraglobalisasi berpengaruh besar terhadap arti dan perwujudan cinta kasih tersebut dari manusia terhadap lingkungannya  (Lingkungan yang saya maksud disini adalah segala yang ada di alam ini ). Kita dapat melihat secara langsung bagaimana perubahan itu terjadi, seperti cinta kasih orangtua terhadap anaknya dan sebaliknya, cinta kasih antar makhluk sosial, dan cinta kasih antar lawan jenis, serta cinta kasih pemimpin terhadap apa yang dipimpinnya.

Seperti saya katakan sebelumnya, bahwa perubahan jaman berpengaruh besar terhadap arti dan perwujudan cinta kasih tersebut. Pada saat ini, cinta kasih atau saya sebut perasaan sayang dari setiap individu pada lingkungannya mulai bergeser dari yang seharusnya. Seperti perasaan sayang orang tua ke anaknya, disaat sekarang banyak orang tua berpikir rasa sayang bisa di wakili dengan memberikan fasilitas ataupun materi berlebih ke anak tanpa harus mendampingi secara langsung. Dengan kata lain, cukup dengan materi berlebih, maka peran orang tua yang seharusnya sudah dapat di wakilkan. 

Hal ini tentu salah dan memberikan dampak negatif bagi anaknya. Begitu juga dengan perasaan sayang terhadap lawan jenis, seperti kejadian baru-baru ini, seorang mantan suami yang tega membakar mantan istrinya hanya karena mantan istrinya jalan dengan pria lain. Sikap perasaan sayang yang berlebihan membuat sikap yang salah terhadap objek yang disayang.
Selain itu hal yang marak saat ini adalah perasaan sayang antara lawan jenis yang belum ada ikatan resmi, atau bahasa umumnya hubungan pacaran. Pada saat ini, perasaan sayang seperti ini sangat luar biasa pengaruhnya terhadap sikap dan tingkah laku individu yang mengalaminya. Perasaan ini umumnya menjadi no 1 (yang mendominasi) di dalam pikiran individu yang menjalaninya. Apabila ada gangguan terhadap perasaan ini, atau ada kondisi yang tidak menyenangkan berkaitan dengan perasaan sayang(hubungan) terhadap pacar, maka akan berpengaruh kepada bagian lain yang dimiliki individu tersebut.

Kalau saat ini sedang trend kondisi yang di sebut GALAU, yang artinya sedang ada masalah dengan pacar. Seolah-olah dunia runtuh, makan tidak selera, tidur tidak nyenyak, males berbicara dan hal negatif lainnya. Sebuah sikap yang salah dalam menyikapi sebuah keadaan dan perasaan sayang, kembali menjadi sebab setiap individu salah menempatkan perasaan sayang tersebut.
Perkembangan jaman, pengaruh lingkungan, modernisasi, kemajuan teknologi menjadi jembatan yang mempengaruhi sikap individu dalam menempatkan dan menyikapi perasaan sayang. Ketika individu salah menterjemahkan dan mengaplikasikan perasaan sayang terhadap lingkungannya, maka efek negatiflah yang timbul dari sikap tersebut.

            Seperti kita ketahui, pada hakikatnya sikap cinta kasih yang seharusnya benar-benar kita curahkan secara totalitas adalah sikap cinta kasih kepada Tuhan yang telah menciptakan kita, memberikan nikmat yang tidak akan pernah habis selama kita hidup. Dengan sikap cinta kasih yang seutuhnya kepada-Nya, maka sikap cinta kasih kita kepada lingkungan yang telah diciptakanNya tidak akan pernah salah tempat dan tujuan.

Kamis, 15 Maret 2012

Ilmu Budaya Dasar 2 - Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam Kesusastraan


KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR
DALAM KESUSASTRAAN


Seperti yang kita ketahui, budaya itu berarti segala sesuatu yang dilakukan manusia dalam mempertahankan, mengembangkan dan menyelaraskan kehidupannya di dalam lingkungan. Dimana hal ini berbeda di tiap tempatnya. Daerah-daerah yang berdekatan belum tentu memiliki kebudayaan yang sama, dalam hal ini bisa kita lihat contohnya di Negara kita sendiri INDONESIA.

Berkaitan dengan ilmu budaya berarti ilmu yang mempelajari tentang hal-hal yang berkaitan dengan budaya itu sendiri. Baik hal-hal yang berkaitan dengan kepercayaan, adat istiadat, aturan keseharian dalam kehidupan, dan sebagainya. Ilmu budaya itu sendiri terlahir berkaitan dengan perkembangan jaman, dimana ketika awal peradaban terbentuk kebudayaan berjalan dengan sendirinya, dan dipelajari oleh masyarakatnya melalui ucapan ataupun perintah dari para orangtua, tanpa ada pengkhususan ilmu yang mempelajarinya.

Cara masyarakat dalam mempelajari budayanya melalui aturan ataupun penjelasan langsung dari  para orangtua menjadi salah satu dasar dalam penjabaran ilmu budaya. Dalam menjelaskan dan memberikan pelajaran ilmu itu sendiri masyarakat menggunakan bahasa sebagai alat komunikasinya. Baik itu berupa tulisan, sikap dan tingkah laku (bahasa tubuh).

Dimasa sekarang ini, muncul sebuah ilmu yang disebut kesusastraan. Yang secara tidak langsung merupakan sebuah ilmu yang memberikan penjelasan dan penjabaran berkaitan dengan bahasa. Kaitannya dengan kebudayaan sangat erat, dimana seperti kita ketahui kebudayaan berkembang secara turun temurun dan diajarkan melalui bahasa.

Dengan perkembangan jaman maka muncul ilmu kesusastraan dan ilmu budaya, yang merupakan sebuah ilmu yang menjelaskan cara pengajaran, penyebaran dan perkembangan kebudayaan dari segi bahasa. Hal ini berarti kebudayaan sebuah masyarakat bisa menyebar ke lingkungan internal ataupun eksternal melalui bahasa. Baik itu bahasa yang berupa tulisan, yang berarti menjelaskan sebuah kebudayaan melalui media-media yang berupa tulisan. Kalau pada saat ini contoh dari penyebaran dan penjelasan kebudayaan itu melalui buku, novel ataupun majalah-majalah.

Selain dari segi bahasa tulisan, kebudayaan itu bisa berkembang juga melalui bahasa tubuh, yang antara lain pada jaman sekarang sudah banyak bermunculan, seperti teater, drama, ataupun mungkin dari film.

Kesimpulan dari hal diatas, bahwa sebuah kebudayaan tidak bisa dipisahkan dari kesusastraan karena kesusastraan merupakan sebuah penjelasan dari cara masyarakat mengembangkan, menjelaskan dan mengajarkan budaya mereka itu sendiri.

Selasa, 06 Maret 2012

Ilmu Budaya Dasar 1 - MANUSIA DAN KEBUDAYAAN


MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

Berbicara tentang manusia dan kebudayaan, berarti membicarakan sesuatu yang berbeda tetapi tidak dapat di pisahkan. Kebudayaan itu seperti hasil dari apa yang dilakukan manusia. Semua yang dilakukan manusia untuk mempertahankan, mengembangkan dan menyeleraskan kehidupannya di dalam lingkungan merupakan sebuah kebudayaan. Dan hal ini sudah berlangsung turun temurun sampai saat ini.

Seperti kita ketahui, saat ini umumnya budaya itu seperti terbagi dua antara Budaya Barat dan Budaya Timur. Hal ini terjadi karena perbedaan wilayah, sejarah kebangsaan, agama, dan pelaku disetiap daerahnya. Di masyarakat umum, khususnya di Indonesia budaya timur itu lebih di kenal dengan budaya yang memiliki kesopanan, kesahajaan, dan tingkat sosial yang lebih peka. Berbeda dengan budaya Barat yang lebih vulgar dan terang-terangan.

Tetapi semua itu mulai bergeser dengan perkembangan jaman saat ini. Saat ini khususnya di Indonesia seperti tidak ada lagi pemisah antara Budaya Barat dan Timur. Semuanya tampak menjadi satu kesatuan. Hal ini akibat dari perkembangan teknologi, hubungan kerjasama antar Negara, pengaruh era globalisasi. Dengan teknologi, semua individu dapat mengakses dan mendapat informasi berkaitan dengan kebudayaan yang berbeda, yang mana efeknya bisa mempengaruhi cara pandang tiap individu yang mengaksesnya.

Perlahan-lahan masyarakat kita mulai berubah mindset nya terhadap tingkah laku, sikap dari kebudayaan yang seharusnya. Hal ini tentu saja membawa pro dan kontra. Alasan pro, karena itu merupakan hak dari setiap individu untuk memilih dan menentukan, menjadi kontra karena pola kehidupan yang tidak sesuai dengan identitas diri.

Seperti dari segi gaya hidup, sikap bersosialisasi, sikap menghargai antar individu hal ini sudah sangat jauh dari kebudayaan asal (budaya Timur). Hal ini tentu membawa dampak negatif dan positifnya. Semua efek dari perubahan itu bisa kita lihat langsung di lingkungan sekitar kita beberapa tahun belakangan ini.

Semua itu dikembalikan ke pada setiap individu yang melakukannya, dalam arti kita harus pintar dalam mengikuti perubahan dan perkembangan kebudayaan itu. Memilah mana yang lebih cocok dengan aturan didalam agama dan kehidupan yang seharusnya. Jangan semuanya dilahap dan dilakukan.