Perbedaan Sistem Berorientasi Objek
Dan Sistem Terstruktur
Seperti kita ketahui bahwa pemrograman berorientasi objek merupakan paradigma pemrograman yang berorientasikan kepada objek. Semua data dan fungsi di dalam paradigma ini di bungkus dalam kelas-kelas atau objek-objek. Sementara itu Pemrograman terstruktur adalah suatu proses untuk mengimplementasikan urutan langkah untuk menyelesaikan suatu masalah dalam bentuk program.
Dari keterangan diatas dapat kita ambil kesimpulan perbedaan dari keduanya, yaitu :
a. Keuntungan Pemrograman Terstruktur
· Memuat teknik pemecahan masalah yang logis dan sistematis
· Memuat algoritma yang efisien, efektif dan sederhana
· Program disusun dengan logika yang mudah dipahami
· Tidak menggunakan perintah GO TO
· Memiliki dokumentasi yang baik
· Biaya perawatan dan dokumentasi yang dibutuhkan relative rendah
b. Keuntungan Pemrograman Berorintasi Objek
· Maintenance. Program lebih mudah dibaca dan dipahami, dan pemrograman berorientasi objek mengontrol kerumitan program hanya dengan mengijinkan rincian yang dibutuhkan untuk programmer
· Pengubahan program; perubahan yang dilakukan antara lain menyangkut penambahan dan penghapusan dalam suatu database program misalnya.
· Dapat digunakannya objek-objek sesering yang diinginkan, kita dapat menyimpan objek-objek yang dirancang dengan baik ke dalam sebuah toolkit rutin yang bermanfaat yang dapat disisipkan ke dalam kode yang baru dengan sedikit perubahan atau tanpa perubahan pada kode tersebut.
Dari penjelasan diatas, sangat jelas sekali bahwa pemrograman terstruktur unggul dalam melakukan pemrograman sederhana karena lebih efisien dan lebih murah dalam hal perawatan tetapi permodelan ini lebih susah untuk dipahami oleh orang-orang selain pembuat program itu sendiri (contohnya ketika dilakukan tracing Program).
Pemrograman berorientasi objek sangat cocok sekali digunakan dalam kasus pembuatan software yang rumit dan kompleks karena memberikan berbagai kemudahan kepada pemrograman seperti yang telah disebutkan diatas.
Ketika ditanya permodelan mana yang lebih bagus ?? Maka jawabannya tergantung dari kebutuhan dan dari sudut pandang mana anda melihatnya. Yang perlu anda ingat adalah tujuan dari permodelan itu sendiri, yang mana agar pada akhir proyek system dapat diperoleh system informasi yang memenuhi kebutuhan pemakai, tepat waktu dan sesuai anggaran, serta mudah digunakan, dimengerti dan di pelihara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar