Ilmu adalah panglima hidup, setiap insan hidup sejauh ilmunya ....... Terkadang kita butuh keterasingan untuk menemukan kembali arti dan tujuan kita sebagai manusia ....... Hidup itu indah, jika kita tahu kuncinya ....... Jangan pernah memikirkan hasil, jika tidak berusaha keras .......

Sekapur Sirih

Terimakasih saya ucapkan atas kemurahan hati anda meluangkan sedikit waktu anda untuk melihat blog saya ini.
Mudah-mudahan semua yang ada disini dapat bermanfaat buat kita semua..

Senin, 21 November 2011

ISD - 3

SISTEM TERSTRUKTUR


1.      Konsep Perancangan Terstruktur
         Pendekatan perancangan terstruktur dimulai dari awal 1970. Pendekatan terstruktur dilengkapi dengan alat-alat (tools) dan teknik-teknik (techniques) yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem, sehingga hasil akhir dari sistem yang dikembangkan akan diperoleh sistem yang strukturnya didefenisikan dengan baik dan jelas.
         Melalui pendekatan terstruktur, permasalahan yang komplek di organisasi dapat dipecahkan dan hasil dari sistem akan mudah untuk dipelihara, fleksibel, lebih memuaskan pemakainya, mempunyai dokumentasi yang baik, tepat waktu, sesuai dengan anggaran biaya pengembangan, dapat meningkatkan produktivitas dan kualitasnya akan lebih baik (bebas kesalahan).

2.      Data Flow Diagram (DFD)
         Data Flow Diagram (DFD) adalah alat pembuatan model yang memungkinkan profesional sistem untuk menggambarkan sistem sebagai suatu jaringan proses fungsional yang dihubungkan satu sama lain dengan alur data, baik secara manual maupun komputerisasi. DFD ini sering disebut juga dengan nama Bubble chart, Bubble diagram, model proses, diagram alur kerja, atau model fungsi.
         DFD ini adalah salah satu alat pembuatan model yang sering digunakan, khususnya bila fungsi-fungsi sistem merupakan bagian yang lebih penting dan kompleks dari pada data yang dimanipulasi oleh sistem. Dengan kata lain, DFD adalah alat pembuatan model yang memberikan penekanan hanya pada fungsi sistem.
         DFD ini merupakan alat perancangan sistem yang berorientasi pada alur data dengan konsep dekomposisi dapat digunakan untuk penggambaran analisa maupun rancangan sistem yang mudah dikomunikasikan oleh profesional sistem kepada pemakai maupun pembuat program.

2.1.   Komponen Data Flow Diagram
         Menurut Yourdan dan DeMarco
        










 


         Terminator                     Proses             Data Store       Alur data

         Menurut Gene dan Serson









 

                                                                                                                                   

         Terminator                     Proses               Data Store       Alur Data

2.2.   Komponen Terminator / Entitas Luas          
         Terminator mewakili entitas eksternal yang berkomunikasi dengan sistem yang sedang dikembangkan. Biasanya terminator dikenal dengan nama entitas luar (External Entity).
Terdapa dua jenis terminator :
a. Terminator Sumber (source) : merupakan terminator yang menjadi sumber
b.Terminator Tujuan (sink): merupakan terminator yang menjadi tujuan data/informasi sistem.
Terminator dapat berupa orang sekelompok orang, organisasi, departemen di dalam organisasi, atau perusahaan yang sama tetapi di luar kendali sistem yang sedang dibuat modelnya.
Ada tiga hal penting yang harus diingat tentang terminator :
·   Terminator merupakan bagian/lingkungan luar sistem. Alur data yang menghubungkan terminator dengan berbagai proses sistem, menunjukkan hubungan sistem dengan dunia luar.
·   Profesional sistem tidak berhak mengubah isi atau cara kerja organisasi atau prosedur yang berkaitan dengan terminator
·   Hubungan yang ada antar terminator yang satu dengan yang lain tidak digambarkan pada DFD.

2.3.   Komponen Proses
         Komponen proses menggambarkan bagian dari sistem yang mentransformasikan input menjadi output. Proses diberi nama untuk menjelaskan proses/kegiatan apa yang sedang / akan dilaksanakan. Pemberian nama proses dilakukan dengan menggunakan kata kerja transitif (kata kerja yang membutuhkan objek), seperti menghitung gaji, mencetak KRS, menghitung jumlah SKS.
Ada empat kemungkinan yang dapat terjadi dalam proses sehubungan dengan input dan output :
·   1 input & 1 output
·   1 input & banyak output
·   banyak input & 1 output
·   banyak input & banyak output

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang proses :
·   Proses harus memiliki input dan output
·   Proses dapat dihubungkan dengan komponen terminator, data store atau proses melalui alur data
·   Sistem/bagian/divisi yang sedang dianalisis oleh profesional sistem digambarkan dengan komponen proses

Umumnya kesalahan proses di DFD adalah :
1.Proses mempunyai input tetapi tidak menghasilkan output. Kesalahan ini disebut dengan black Hole, karena data masuk ke dalam proses dan lenyap tidak berbekas seperti dimasukkan dalam lubang hitam.
2.Proses menghasilkan output tetapi tidak pernah menerima input. Kesalahan ini disebut dengan miracle.


2.4.   Komponen Data Store
         Komponen ini digunakan untuk membuat model sekumpulan paket data dan diberi nama dengan kata benda jamak, misalnya Mahasiswa. Data store ini biasanya berkaitan dengan penyimpanan secara komputerisasi misalnya file disket, file harddisk.
Suatu data store dihubungkan dengan alur data hanya pada komponen proses, tidak dengan komponen DFD lainnya. Alur data yang menghubungkan data store dengan suatu proses mempunyai pengertian sebagai berikut :
·   Alur data dari data store yang berarti sebagai pembacaan atau pengaksesan satu paket tunggal data, lebih dari satu paket data, sebagian dari satu paket tunggal data, atau sebagian lebih dari satu paket data untuk suatu proses.
·   Alur data ke data store yang berarti sebagai pengupdatetan data, seperti menambah satu paket data baru atau lebih, menghapus satu paket atau lebih, atau mengubah/memodifikasi satu paket data atau lebih.

2.5.   Komponen Data Flow / Alur Data
         Suatu data flow/alur data digambarkan dengan anak panah, yang menunjukkan arah menuju ke dan keluar dari suatu proses. Alur data ini digunakan untuk menerangkan perpindahan data atau paket data/informasi dari satu bagian sistem ke bagian lainnya.
Selain menunjukkan arah, alur data pada model yang dibuat oleh profesional sistem dapat merepresentasikan bit, karakter, pesan, formulir, bilangan real, dan macam-macam informasi yang berkaitan dengan komputer.
         Ada empat konsep yang perlu di perhatikan dalam penggamabaran alur data yaitu :
·   Konsep Paket Data
·   Konsep alur data Menyebar
·   Konsep Alur Data mengumpul
·   Konsep Sumber atau tujuan alur data

2.6.   Bentuk Data Flow Diagram
         Terdapat dua bentuk DFD, yaitu :
a.       Diagram Alur Data Fisik (DADF)
DADF lebih tepat digunakan untuk menggambarkan sistem yang ada (sistem yang lama). Penekanan dari DADF adalah bagaimana proses-proses dari sistem diterapkan (dengan cara apa, oleh siapa dan dimana), termasuk proses-proses manual
         b.   Diagram Alur Data Logika (DADL)
DADL lebih tepat digunakan untuk menggambarkan sistem yang akan diusulkan (sistem yang baru). Untuk sistem komputerisasi, penggambaran DADL hanya menunjukkan kebutuhan proses dari sistem yang diusulkan secara logika, biasanya proses-proses yang digambarkan hanya merupakan proses-proses secara komputer saja.

2.7.   Syarat-syarat Pembuatan Data flow Diagram
         Syarat pembuatan DFD ini akan meolong profesional sistem untuk menghindari pembentukan DFD yang salah atau DFD yang tidak lengkap atau tidak konsisten secara logika. Beberapa syarat pembuatan DFD dapat menolong profesional sistem untuk membentuk DFD yang benar, menyenangkan untuk di lihat dan mudah dibaca oleh pemakai.
Syarat-syarat pembuatan DFD ini adalah :
·   Pemberian nama untuk tiap komponen DFD
·   Pemberian nomor pada komponen proses
·   Penggambaran DFD sesering mungkin agar enak dilihat
·   Penghindaran penggambaran DFD yang rumit
·   Pemastian DFD yang dibentuk itu konsisten secara logika

3.      ENTITAS RELATIONSHIP DIAGRAM (ERD)
         Penyajian data dengan menggunakan entity relationship :
         a. Entity
·         Entity adalah objek yang dapat dibedakan dalam dunia nyata
·         Entity set adalah kumpulan dari entity yang sejenisnya
·         Entity set dapat berupa : objek secara fisik dan objek secara konsep

b. Atribut
      Karakteristik dari entity atau relationship yang menyediakan penjelasan detail tentang entity atau relationship tersebut.
Jenis atribut :
·         Nilai Atribut : Data actual atau informasi yang disimpan pada suatu atribut didalam suatu entity atau relationship
·         Key : Atribut yang digunakan untuk menentukan suatu entity secara unik
·         Atribut simple : atribut yang bernilai tunggal
·         Atribut multivalue : atribut yang memiliki sekelompok nilai untuk setiap instant entity
·         Atribut composite : suatu atribut yang terdiri dari beberapa atribut yang lebih kecil yang mempunyai arti tertentu.
·         Atribut Derivatif : Suatu atribut yang dihasilkan dari atribut yang lain
         c. Relationship
               Definisi : Hubungan yang terjadi antara satu atau lebih entity.
               Relationship set : kumpulan relationship yang sejenis
         d. Cardinality Ratio Constraint
               Defenisi : menjelaskan batasan julah keterhubungan satu entity dengan entity lainnya.
               Jenis-jenis cardinality Ratio :
·         1 : 1
·         1 : M / N : 1
·         M : N
         e. Participation Constraint
               Defenisi : menjelaskan apakah keberadaan suatu entity bergantung pada hubungannya dengan entity lain.
               Jenis-jenis Participation Constraint :
·         Total participationok : keberadaan suatu entity tergantung pada hubungannya dengan entity lain
·         Partial Participation : Keberadaan suatu entity tidak tergantung pada hubungannya dengan entity lain
         f. Weak Entity
               Weak entity adalah suatu entity dimana keberadaan dari entity tersebut tergantung dari keberadaan entity lain. Entity yang merupakan induknya disebut Identifying Owner dan relationshipnya di sebut Identifying Relationship.
               Weak entity selalu mempunyai total Participation Constraint dengan identifying Owner.

Transformasi dari ERD ke Database Relational
a.  Setiap tipe  entity dibuat suatu relasi yang memuat semua atribut simple, sedangkan untuk atribut composite hanya dimuat komponen-komponennya saja.
b. Setiap relasi yang mempunyai atribut multivalue, buatlah relasi baru yang dimana primary keynya merupakan gabungan dari primary key dari relasi tersebut dengan atribu multivalue.
c.  Setiap unary relationship 1:N, pada relasi perlu ditambahkan suatu foreign key yang menunjuk ke nilai primary keynya.

Normalisasi yaitu teknik untuk mengorganisasi data ke dalam tabel-tabel untuk memenuhi kebutuhan pemakai di dalam suatu organisasi.
Tujuan :
a. Menghilangkan kerangkapan data
b.Mengurangi kompleksitas
c. Mempermudah pemodifikasian data

Proses Normalisasi :
a. Data diuraikan dalam bentuk tabel, selanjutnya dianalisis berdasarkan persyaratan tertentu ke beberapa tingkat.
b. Apabila tabel yang di uji belum memenuhi persyaratan tertentu maka tabel tersebut perlu di pecah menjadi beberapa tabel yang lebih sederhana sampai memenuhi bentuk yang optimal.


Tahapan Normalisasi :
a. Bentuk tidak normal : menghilangkan perulangan grup
b.Bentuk normal pertama (1NF) : menghilangkan ketergantungan sebagian
c. Bentuk normal kedua (2NF) : menghilangkan ketergantungan transitif
d.            Bentuk normal ketiga (3NF) : Menghilangkan anomali-anomali hasil dari ketergantungan fungsional.
e. Bentuk normal Boyce-Codd (BCNF) : menghilangkan ketergantungan multivalue.
f. Bentuk normal keempat (4NF) : menghilangkan anomali-anomali yang tersisa.




===============================================================
Sumber :



Tidak ada komentar:

Posting Komentar