Ilmu adalah panglima hidup, setiap insan hidup sejauh ilmunya ....... Terkadang kita butuh keterasingan untuk menemukan kembali arti dan tujuan kita sebagai manusia ....... Hidup itu indah, jika kita tahu kuncinya ....... Jangan pernah memikirkan hasil, jika tidak berusaha keras .......

Sekapur Sirih

Terimakasih saya ucapkan atas kemurahan hati anda meluangkan sedikit waktu anda untuk melihat blog saya ini.
Mudah-mudahan semua yang ada disini dapat bermanfaat buat kita semua..

Jumat, 25 November 2011

ISD - 5

ILMU SOSIAL DASAR
DALAM BIDANG ANTROPOLOGI

A.           Pengertian Antropologi

          Antropologi adalah salah satu cabang ilmu sosial yang mempelajari tentang budaya masyarakat suatu etnis tertentu. Antropologi lahir atau muncul berawal dari ketertarikan orang-orang Eropa yang melihat cirri-ciri fisik, adat istiadat, budaya yang berbeda dari apa yang dikenal di Eropa. Antropologi lebih memusatkan pada penduduk yang merupakan masyarakat tunggal, tunggal dalam arti kesatuan masyarakat yang tinggal didaerah yang sama, antropologi mirip seperti sosiologi tetapi pada sosiologi lebih menitik beratkan pada masyarakat dan kehidupan sosialnya.
          Istilah antropologi berasal dari bahasa Yunani, yakni dari kaa antropos yang berarti manusia dan logos yang berarti ilmu. Secara harafiah antropologi berarti ilmu atau studi tentang manusia, antropologi mempelajari manusia sebagai makhluk biologis dan sebagai makhluk sosial.
Secara khusus, ilmu antropologi terbagi dalam lima sub ilmu yang mempelajari :
1.      Masalah asal dan perkembangan manusia atau evolusinya secara biologis
2.      Masalah terjadinya aneka ragam cirri fisik manusia.
3.      Masalah terjadinya perkembangan dan persebaran anekaragam kebudayaan manusia
4.      Masalah asal perkembangan dan persebaran aneka ragam bahasa yang diucapkan diseluruh dunia
5.    Masalah mengenai asas-asas dari masyarakat dan kebudayaan manusia dari anekaragam suku bangsa yang tersebar di seluruh dunia masa kini.

1.    Antropologi fisik
       Antropologi fisik mempelajari manusia sebagai oranisme bilogis yang melacak perkembangan manusia menurut evolusinya dan menyelediki variasi biologisnya dalam berbagai jenis
2.    Antropologi Budaya
       Antropologi budaya memfokuskan perhatiannya pada kebudayaan manusia ataupun cara hidupnya dalam masyarakat.

B.   Tujuan dan Kegunaan Antropologi

       Sebagai ilmu tentang umat manusia, antropologi melalui pendekatan dan metode ilmiah berusaha menyusun sejumlah generalisasi yang bermakna tentanga manusia dan perilakunya. Kedua bidan besar dari antropologi adalah antropologi fisik dan budaya.
       Diantara ilmu-ilmu sosial dan alamiah, antropologi memiliki kedudukan, tujuan dan manfaat yang unik karena bertujuan dan bermanfaat dalam merumuskan penjelasan-penjelasan tentang perilaku manusia yang didasarkan pada studi atas semua aspek biologismanusia dan perilakunya di semua masyarakat.
       Selain itu antropologi bermaksud mempelajari umat manusia secara objektif, paling tidak mendekati objektif dan sistematis. Seorang ahli antropologis dituntut harus mampu menggunakan  metode-metode yang mungkin juga digunakan oleh para ilmuwan lain dengan mengembangkan hipotesis atau penjelasan yang dianggap benar, menggunakan data lain untuk mengujinya, dan akhirnya menemukan suatu teori, yaitu suatu sistemhipotesis yang telah teruji. Sedangkan data yang digunakan ahli antropologi dapat berupa data dari suatu masyarakat atau studi komparatif di antara sejumlah masyarakat.

C.      Pengertian Ilmu Sosial Dasar.

          Ilmu Sosial Dasar ( ISD ) adalah ilmu pengetahuan yang menelaah masalah – masalah social yang timbul dan berkembang, khususnya yang diwujudkan oleh warga Indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu social. pengetahuan yg menelaah masalah-masalah sosial, khususnya masalah – masalah yg diwujudkan oleh masyarakat Indonesia, dengan menggunakan Teori – teori yg berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu – ilmu sosial (seperti Geografi Sosial, Sosiologi, Antropologi Sosial, Ilmu Politik, Ekonomi, Psikologi Sosial dan Sejarah).
          ISD membantu perkembangan wawasan penalaran dan kepribadian mahasiswa agar memperoleh wawasan yg lebih luas dan ciri – ciri kepribadian yg diharapkan dari sikap mahasiswa, khususnya berkenaan dengan sikap dan tingkah laku manusia dlm menghadapi manusia lain, serta sikap dan tingkah laku manusia – manusia lain terhadap manusia yg bersangkutan secara timbal balik.
          ISD juga merupakan suatu usaha yang dapat diharapkan memberikan pengetahuan umum dan pengetahuan dasar tentang konsep-konsep yg dikembangkan untuk melengkapi gejala – gejala sosial agar daya tanggap (tanggap nilai), persepsi dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosial dapat ditingkatkan, sehingga kepekaan mahasiswa pada lingkungan sosialnya menjadi lebih besar.

D.  Ruang Lingkup Ilmu Sosial Dasar.
ISD meliputi dua kelompok utama; studi manusia dan masyarakat dan studi lembaga2 sosial. Yg terutama terdiri atas psikologi, sosiologi, dan antropologi, ekonomi & politik Sasaran STUDI ISD adalah aspek-aspek yg paling dasar yg ada dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial dan masalah-masalah yg terwujud dari padanya.
Materi Ilmu Sosial Dasar terdiri atas masalah-masalah sosial. Untuk dapat menelaah masalah-masalah sosial, hendaknya terlebih dahulu kita dapat mengindentifikasi kenyataankenyataan sosial dan memahami sejumlah konsep sosial tertentu. Sehingga dengan demikian bahan pelajaran Ilmu Sosial Dasar dapat dibedakan atas tiga golongan yaitu.
Kenyataan-kenyataan sosial tersebut sering ditanggapi secara berbeda oleh para ahli ilmu-ilmu sosial, karena adanya perbedaan latar belakang disiplin ilmu atau sudut pandangannya. Dalam Ilmu Sosial Dasar kita menggunakan pendekatan interdisiplin/multidisiplin.
Konsep-konsep sosial atau pengertian-pengertian tentang kenyataan­kenyataan sosial dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah-masalah sosial yang dibahas dalam Ilmu Pengetahuan sosial.Sebagai contoh dari konsep dasar semacam itu misalnya konsep “keanekaragaman” dan kosep “Kesatuan sosial”.

E.      Kesimpulan

            Jadi, dalam penerapan ilmu antropologi harus didasari dengan ilmu social dasar, karena kedua hal tersebut berhubungan dengan hubungan social masyarakat.  Seseorang yang mempelajari ilmu antropologi juga akan mempunyai pribadi yang baik dan menyenangkan jika orang tersebut memiliki ilmu social dasar, karena ilmu social dasar merupakan pijakan awal yang harus dimiliki oleh orang-orang yang belajar dan bekerja dalam bidang social masyarakat.

F.      Daftar Pustaka
http://wahyu-karnoto.blogspot.com/2011/11/ilmu-sosial-dasar-dalam-bidang_08.html
http://fahmiinformatika.blogspot.com/2011/11/ilmu-sosial-dasar-ids-dalam-bidang.html
http://arie-pnj.blogspot.com/2011/11/ilmu-sosial-dasar-dalam-bidang_2086.html

Senin, 21 November 2011

ISD - 4

Perbedaan Sistem Berorientasi Objek
Dan Sistem Terstruktur


         Seperti kita ketahui bahwa pemrograman berorientasi objek merupakan paradigma pemrograman yang berorientasikan kepada objek. Semua data dan fungsi di dalam paradigma ini di bungkus dalam kelas-kelas atau objek-objek. Sementara itu Pemrograman terstruktur adalah suatu proses untuk mengimplementasikan urutan langkah untuk menyelesaikan suatu masalah dalam bentuk program.

Dari keterangan diatas dapat kita ambil kesimpulan perbedaan dari keduanya, yaitu :
a. Keuntungan Pemrograman Terstruktur
·   Memuat teknik pemecahan masalah  yang logis dan sistematis
·   Memuat algoritma yang efisien, efektif dan sederhana
·   Program disusun dengan logika yang mudah dipahami
·   Tidak menggunakan perintah GO TO
·   Memiliki dokumentasi yang baik
·   Biaya perawatan dan dokumentasi yang dibutuhkan relative rendah

b. Keuntungan Pemrograman Berorintasi Objek
·   Maintenance. Program lebih mudah dibaca dan dipahami, dan pemrograman berorientasi objek mengontrol kerumitan program hanya dengan mengijinkan rincian yang dibutuhkan untuk programmer
·   Pengubahan program; perubahan yang dilakukan antara lain menyangkut penambahan dan penghapusan dalam suatu database program misalnya.
·   Dapat digunakannya objek-objek sesering yang diinginkan, kita dapat menyimpan objek-objek yang dirancang dengan baik ke dalam sebuah toolkit rutin yang bermanfaat yang dapat disisipkan ke dalam kode yang baru dengan sedikit perubahan atau tanpa perubahan pada kode tersebut.

Dari penjelasan diatas, sangat jelas sekali bahwa pemrograman terstruktur unggul dalam melakukan pemrograman sederhana karena lebih efisien dan lebih murah dalam hal perawatan tetapi permodelan ini lebih susah untuk dipahami oleh orang-orang selain pembuat program itu sendiri (contohnya ketika dilakukan tracing Program).
         Pemrograman berorientasi objek sangat cocok sekali digunakan dalam kasus pembuatan software yang rumit dan kompleks karena memberikan berbagai kemudahan kepada pemrograman seperti yang telah disebutkan diatas.
Ketika ditanya permodelan mana yang lebih bagus ?? Maka jawabannya tergantung dari kebutuhan dan dari sudut pandang mana anda melihatnya. Yang perlu anda ingat adalah tujuan dari permodelan itu sendiri, yang mana agar pada akhir proyek system dapat diperoleh system informasi yang memenuhi kebutuhan pemakai, tepat waktu  dan sesuai anggaran, serta mudah digunakan, dimengerti dan di pelihara.


ISD - 3

SISTEM TERSTRUKTUR


1.      Konsep Perancangan Terstruktur
         Pendekatan perancangan terstruktur dimulai dari awal 1970. Pendekatan terstruktur dilengkapi dengan alat-alat (tools) dan teknik-teknik (techniques) yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem, sehingga hasil akhir dari sistem yang dikembangkan akan diperoleh sistem yang strukturnya didefenisikan dengan baik dan jelas.
         Melalui pendekatan terstruktur, permasalahan yang komplek di organisasi dapat dipecahkan dan hasil dari sistem akan mudah untuk dipelihara, fleksibel, lebih memuaskan pemakainya, mempunyai dokumentasi yang baik, tepat waktu, sesuai dengan anggaran biaya pengembangan, dapat meningkatkan produktivitas dan kualitasnya akan lebih baik (bebas kesalahan).

2.      Data Flow Diagram (DFD)
         Data Flow Diagram (DFD) adalah alat pembuatan model yang memungkinkan profesional sistem untuk menggambarkan sistem sebagai suatu jaringan proses fungsional yang dihubungkan satu sama lain dengan alur data, baik secara manual maupun komputerisasi. DFD ini sering disebut juga dengan nama Bubble chart, Bubble diagram, model proses, diagram alur kerja, atau model fungsi.
         DFD ini adalah salah satu alat pembuatan model yang sering digunakan, khususnya bila fungsi-fungsi sistem merupakan bagian yang lebih penting dan kompleks dari pada data yang dimanipulasi oleh sistem. Dengan kata lain, DFD adalah alat pembuatan model yang memberikan penekanan hanya pada fungsi sistem.
         DFD ini merupakan alat perancangan sistem yang berorientasi pada alur data dengan konsep dekomposisi dapat digunakan untuk penggambaran analisa maupun rancangan sistem yang mudah dikomunikasikan oleh profesional sistem kepada pemakai maupun pembuat program.

2.1.   Komponen Data Flow Diagram
         Menurut Yourdan dan DeMarco
        










 


         Terminator                     Proses             Data Store       Alur data

         Menurut Gene dan Serson









 

                                                                                                                                   

         Terminator                     Proses               Data Store       Alur Data

2.2.   Komponen Terminator / Entitas Luas          
         Terminator mewakili entitas eksternal yang berkomunikasi dengan sistem yang sedang dikembangkan. Biasanya terminator dikenal dengan nama entitas luar (External Entity).
Terdapa dua jenis terminator :
a. Terminator Sumber (source) : merupakan terminator yang menjadi sumber
b.Terminator Tujuan (sink): merupakan terminator yang menjadi tujuan data/informasi sistem.
Terminator dapat berupa orang sekelompok orang, organisasi, departemen di dalam organisasi, atau perusahaan yang sama tetapi di luar kendali sistem yang sedang dibuat modelnya.
Ada tiga hal penting yang harus diingat tentang terminator :
·   Terminator merupakan bagian/lingkungan luar sistem. Alur data yang menghubungkan terminator dengan berbagai proses sistem, menunjukkan hubungan sistem dengan dunia luar.
·   Profesional sistem tidak berhak mengubah isi atau cara kerja organisasi atau prosedur yang berkaitan dengan terminator
·   Hubungan yang ada antar terminator yang satu dengan yang lain tidak digambarkan pada DFD.

2.3.   Komponen Proses
         Komponen proses menggambarkan bagian dari sistem yang mentransformasikan input menjadi output. Proses diberi nama untuk menjelaskan proses/kegiatan apa yang sedang / akan dilaksanakan. Pemberian nama proses dilakukan dengan menggunakan kata kerja transitif (kata kerja yang membutuhkan objek), seperti menghitung gaji, mencetak KRS, menghitung jumlah SKS.
Ada empat kemungkinan yang dapat terjadi dalam proses sehubungan dengan input dan output :
·   1 input & 1 output
·   1 input & banyak output
·   banyak input & 1 output
·   banyak input & banyak output

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang proses :
·   Proses harus memiliki input dan output
·   Proses dapat dihubungkan dengan komponen terminator, data store atau proses melalui alur data
·   Sistem/bagian/divisi yang sedang dianalisis oleh profesional sistem digambarkan dengan komponen proses

Umumnya kesalahan proses di DFD adalah :
1.Proses mempunyai input tetapi tidak menghasilkan output. Kesalahan ini disebut dengan black Hole, karena data masuk ke dalam proses dan lenyap tidak berbekas seperti dimasukkan dalam lubang hitam.
2.Proses menghasilkan output tetapi tidak pernah menerima input. Kesalahan ini disebut dengan miracle.


2.4.   Komponen Data Store
         Komponen ini digunakan untuk membuat model sekumpulan paket data dan diberi nama dengan kata benda jamak, misalnya Mahasiswa. Data store ini biasanya berkaitan dengan penyimpanan secara komputerisasi misalnya file disket, file harddisk.
Suatu data store dihubungkan dengan alur data hanya pada komponen proses, tidak dengan komponen DFD lainnya. Alur data yang menghubungkan data store dengan suatu proses mempunyai pengertian sebagai berikut :
·   Alur data dari data store yang berarti sebagai pembacaan atau pengaksesan satu paket tunggal data, lebih dari satu paket data, sebagian dari satu paket tunggal data, atau sebagian lebih dari satu paket data untuk suatu proses.
·   Alur data ke data store yang berarti sebagai pengupdatetan data, seperti menambah satu paket data baru atau lebih, menghapus satu paket atau lebih, atau mengubah/memodifikasi satu paket data atau lebih.

2.5.   Komponen Data Flow / Alur Data
         Suatu data flow/alur data digambarkan dengan anak panah, yang menunjukkan arah menuju ke dan keluar dari suatu proses. Alur data ini digunakan untuk menerangkan perpindahan data atau paket data/informasi dari satu bagian sistem ke bagian lainnya.
Selain menunjukkan arah, alur data pada model yang dibuat oleh profesional sistem dapat merepresentasikan bit, karakter, pesan, formulir, bilangan real, dan macam-macam informasi yang berkaitan dengan komputer.
         Ada empat konsep yang perlu di perhatikan dalam penggamabaran alur data yaitu :
·   Konsep Paket Data
·   Konsep alur data Menyebar
·   Konsep Alur Data mengumpul
·   Konsep Sumber atau tujuan alur data

2.6.   Bentuk Data Flow Diagram
         Terdapat dua bentuk DFD, yaitu :
a.       Diagram Alur Data Fisik (DADF)
DADF lebih tepat digunakan untuk menggambarkan sistem yang ada (sistem yang lama). Penekanan dari DADF adalah bagaimana proses-proses dari sistem diterapkan (dengan cara apa, oleh siapa dan dimana), termasuk proses-proses manual
         b.   Diagram Alur Data Logika (DADL)
DADL lebih tepat digunakan untuk menggambarkan sistem yang akan diusulkan (sistem yang baru). Untuk sistem komputerisasi, penggambaran DADL hanya menunjukkan kebutuhan proses dari sistem yang diusulkan secara logika, biasanya proses-proses yang digambarkan hanya merupakan proses-proses secara komputer saja.

2.7.   Syarat-syarat Pembuatan Data flow Diagram
         Syarat pembuatan DFD ini akan meolong profesional sistem untuk menghindari pembentukan DFD yang salah atau DFD yang tidak lengkap atau tidak konsisten secara logika. Beberapa syarat pembuatan DFD dapat menolong profesional sistem untuk membentuk DFD yang benar, menyenangkan untuk di lihat dan mudah dibaca oleh pemakai.
Syarat-syarat pembuatan DFD ini adalah :
·   Pemberian nama untuk tiap komponen DFD
·   Pemberian nomor pada komponen proses
·   Penggambaran DFD sesering mungkin agar enak dilihat
·   Penghindaran penggambaran DFD yang rumit
·   Pemastian DFD yang dibentuk itu konsisten secara logika

3.      ENTITAS RELATIONSHIP DIAGRAM (ERD)
         Penyajian data dengan menggunakan entity relationship :
         a. Entity
·         Entity adalah objek yang dapat dibedakan dalam dunia nyata
·         Entity set adalah kumpulan dari entity yang sejenisnya
·         Entity set dapat berupa : objek secara fisik dan objek secara konsep

b. Atribut
      Karakteristik dari entity atau relationship yang menyediakan penjelasan detail tentang entity atau relationship tersebut.
Jenis atribut :
·         Nilai Atribut : Data actual atau informasi yang disimpan pada suatu atribut didalam suatu entity atau relationship
·         Key : Atribut yang digunakan untuk menentukan suatu entity secara unik
·         Atribut simple : atribut yang bernilai tunggal
·         Atribut multivalue : atribut yang memiliki sekelompok nilai untuk setiap instant entity
·         Atribut composite : suatu atribut yang terdiri dari beberapa atribut yang lebih kecil yang mempunyai arti tertentu.
·         Atribut Derivatif : Suatu atribut yang dihasilkan dari atribut yang lain
         c. Relationship
               Definisi : Hubungan yang terjadi antara satu atau lebih entity.
               Relationship set : kumpulan relationship yang sejenis
         d. Cardinality Ratio Constraint
               Defenisi : menjelaskan batasan julah keterhubungan satu entity dengan entity lainnya.
               Jenis-jenis cardinality Ratio :
·         1 : 1
·         1 : M / N : 1
·         M : N
         e. Participation Constraint
               Defenisi : menjelaskan apakah keberadaan suatu entity bergantung pada hubungannya dengan entity lain.
               Jenis-jenis Participation Constraint :
·         Total participationok : keberadaan suatu entity tergantung pada hubungannya dengan entity lain
·         Partial Participation : Keberadaan suatu entity tidak tergantung pada hubungannya dengan entity lain
         f. Weak Entity
               Weak entity adalah suatu entity dimana keberadaan dari entity tersebut tergantung dari keberadaan entity lain. Entity yang merupakan induknya disebut Identifying Owner dan relationshipnya di sebut Identifying Relationship.
               Weak entity selalu mempunyai total Participation Constraint dengan identifying Owner.

Transformasi dari ERD ke Database Relational
a.  Setiap tipe  entity dibuat suatu relasi yang memuat semua atribut simple, sedangkan untuk atribut composite hanya dimuat komponen-komponennya saja.
b. Setiap relasi yang mempunyai atribut multivalue, buatlah relasi baru yang dimana primary keynya merupakan gabungan dari primary key dari relasi tersebut dengan atribu multivalue.
c.  Setiap unary relationship 1:N, pada relasi perlu ditambahkan suatu foreign key yang menunjuk ke nilai primary keynya.

Normalisasi yaitu teknik untuk mengorganisasi data ke dalam tabel-tabel untuk memenuhi kebutuhan pemakai di dalam suatu organisasi.
Tujuan :
a. Menghilangkan kerangkapan data
b.Mengurangi kompleksitas
c. Mempermudah pemodifikasian data

Proses Normalisasi :
a. Data diuraikan dalam bentuk tabel, selanjutnya dianalisis berdasarkan persyaratan tertentu ke beberapa tingkat.
b. Apabila tabel yang di uji belum memenuhi persyaratan tertentu maka tabel tersebut perlu di pecah menjadi beberapa tabel yang lebih sederhana sampai memenuhi bentuk yang optimal.


Tahapan Normalisasi :
a. Bentuk tidak normal : menghilangkan perulangan grup
b.Bentuk normal pertama (1NF) : menghilangkan ketergantungan sebagian
c. Bentuk normal kedua (2NF) : menghilangkan ketergantungan transitif
d.            Bentuk normal ketiga (3NF) : Menghilangkan anomali-anomali hasil dari ketergantungan fungsional.
e. Bentuk normal Boyce-Codd (BCNF) : menghilangkan ketergantungan multivalue.
f. Bentuk normal keempat (4NF) : menghilangkan anomali-anomali yang tersisa.




===============================================================
Sumber :



ISD - 2

SISTEM BERORIENTASI OBJEK


A.     Pendahuluan
            Objek adalah kombinasi antara struktur data dan perilaku dalam satu entitas dan mempunyai nilai tertentu yang membedakan entitas tersebut. Pengertian berorientasi objek berarti pengorganisasian perangkat lunak sebagai kumpulan dari objek tertentu yang memiliki struktur data dan perilakunya
Konsep fundamental dalam analisis system berorientasi objek adalah objek itu sendiri

B.     Karakteristik Objek dan Kelas Objek
         Setiap objek mempunyai identitas yang dapat diukur dan memiliki nilai yang bertujuan untuk membedakan entitas antara satu objek dengan objek lain. Pada objek terdapat sifat konkrit yang melekat pada identitas objek tersebut yang berfungsi untuk membedakan setiap objek walaupun nilai attributnya hampir sama atau identik.
Fungsi kelas objek adalah mengumpulkan data (atribut) dan perilaku (operasi) yang mempunyai struktur data sama ke dalam satu grup.
         Beberapa istilah yang berhubungan dengan objek antara lain :
·   Atribut
   Atribut menggambarkan data yang dapat memberikan informasi mengenai atau objek dimana atribut tersebut berada.
·   Metode
Metode adalah subprogram yang tergabung dalam objek bersama-sama dengan atribut. Metode dipergunakan untuk pengaksesan terhadap data yang terdapat dalam objek tersebut. Sering juga disebut sebagai procedur atau fuction
·   Message
Message merupakan cara untuk berhubungan antara satu objek dengan objek lain dengan cara mengirimkan pesan oleh suatu objek kepada objek tertentu
·   Operasi
   Fungsi di dalam kelas yang dikombinasikan ke bentuk tingkah laku kelas suatu objek.
C.     Metodologi Berorientasi Objek
         Dalam metodologi berorientasi objek terdapat tiga cara yang sering digunakan antara lain :
1. Encapsulation (pengkapusalan)
·   Merupakan dasar untuk pembatasan ruang lingkup program terhadap data yang di proses
·   Data dan prosedur atau fungsi dikemas bersama-sama dalam suatu objek, sehingga prosedur atau fungsi lain dari luar tidak dapat mengaksesnya
·   Data terlindung dari prosedur atau objek lain, kecuali prosedur yang berada dalam objek itu sendiri
2. Inheritance (Pewarisan)
·   Inhenritance adalah tekni yang menyatakan bahwa anak dari objek akan mewarisi data/atribut dan metode dari induknya langsung. Atribut dan metode dari objek dari objek induk diturunkan kepada anak objek, demikian seterusnya
·   Inherintance mempunyai arti bahwa atribut dan operasi yang dimiliki bersama diantara kelas yang mempunyai hubungan secara hirarki
·   Suatu kelas dapat ditentukan secara umum, kemudian ditentukan spesifik menjadi subkelas, setiap subkelas mempunyai hubungan atau mewarisi semua sifat yang dimiliki oleh kelas induknya dan ditambah dengan sifat unik yang dimilikinya.
·   Kelas objek dapat didefenisikan atribut dan service dari kelas objek lainnya
·   Inheritance menggambarkan generalisasi sebuah kelas
3. Polymorphism (Polimorfisme)
·   Polimorfisme yaitu konsep yang menyatakan bahwa sesuatu yang sama dapat mempunyai bentuk dan perilaku berbeda
·   Polimorfisme mempunyai arti bahwa operasi yang sama mungkin mempunyai perbedaan dalam kelas yang berbeda
·   Kemampuan objek-objek yang berbeda untuk melakukan metode yang pantas dalam merespon message yang sama
·   Seleksi dari metode yang sesuai bergantung pada kelas yang seharusnya menciptakan objek

D.     Pemodelan berorientasi objek
         Dari sisi desain, pemodelan berorientasi objek menggunakan tiga macam model antara lain :
1.      Model Objek
Model objek yaitu menggambarkan struktur statis dari suatu objek dalam sistem dan relasinya yang berisi diagram objek yaitu suatu graph dimana nodenya adalah kelas yang mempunyai relasi antar kelas
2.      Model dinamik
Model dinamik yaitu menggambarkan aspek dari sistem yang berubah setiap saat yang dipergunakan untuk menyatakan aspek kontrol dari sistem yang berisi state diagram yaitu suatu graph dimana nodenya adalah state dan arc adalah transisi antara state yang disebabkan oleh event.
3.      Model Fungsional
Model fungsional yaitu menggambarka transformasi nilai data di dalam sistem yang flow diagram yaitu suatu graph dimana nodenya menyatakan proses dan arcnya adalah aliran data.

E.     Struktur Objek dan Hirarki Kelas
         Struktur kelas pada sistem berorientasi objek dibagi atas dua, yaitu Whole – Part Structure dan Gen – Spec Structure. Pada Whole-Part structure memperlihatkan hirarki dari suatu kelas sebagai komponen dari kelas lain yang disebut juga sebagai sub objek. Sedangkan Gen-structure memperlihatkan kelas sebagai spesialisasi dari kelas diatasnya.

 

Unified Modeling Language
(U M L)

A.     Pendahuluan
         UML (Unified Modeling Language) adalah metode pemodelan (tools/model) secara visual sebagai sarana untuk merancang dan atau membuat software berorientasi objek dan memberikan standar penulisan sebuah sistem untuk pengembangan sebuah software yang dapat menyampaikan beberapa informasi untuk proses implementasi pengembangan software.

B.     Konsep Dasar UML
         Untuk dapat memahami UML diperlukan pemahaman tentang konsep bahasa pemodelan dan tiga elemen utama UML. Tiga elemen utama UML antara lain :
a.       Building Blocks
Building bloks ini terdapat beberapa bagian antara lain :
·         Benda / objek
-          classes
-          interface
-          collaboration
-          use cases
-          nodes
·         Hubungan / relationship
-          Dependency
-          Association
-          Generalizations
-          Realizations
·         Bagan / diagram
-          Diagram use case
-          Diagram class
-          Diagram Package dan Object
-          Diagram Sequence
-          Diagram Collaboration
-          Diagram Statechart
-          Diagram Activity
-          Diagram Component
-          Diagram Deployment
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
Sumber :
2.http://www.scribd.com/doc/26601970/SISTEM-BERORIENTASI-OBJEK