Ilmu adalah panglima hidup, setiap insan hidup sejauh ilmunya ....... Terkadang kita butuh keterasingan untuk menemukan kembali arti dan tujuan kita sebagai manusia ....... Hidup itu indah, jika kita tahu kuncinya ....... Jangan pernah memikirkan hasil, jika tidak berusaha keras .......

Sekapur Sirih

Terimakasih saya ucapkan atas kemurahan hati anda meluangkan sedikit waktu anda untuk melihat blog saya ini.
Mudah-mudahan semua yang ada disini dapat bermanfaat buat kita semua..

Rabu, 14 Desember 2011

tugas 9 - Foto 2 Pendekar Kebersihan



     Pendekar Kebersihan - itulah sebutan saya untuk mereka para pejuang kebersihan. Sebuah pekerjaan yang mungkin tidak banyak orang yang mau melakukannya. Berkutat dengan kotoran/sampah, bercanda dengan bau yang menyengat, tetapi mereka tetap dengan senyum dan tawa melakukan pekerjaan tersebut. 
Sebuah pekerjaan yang sangat berarti dan berpengaruh bagi lingkungan dan masyarakat. Bisa dibayangkan, jika tidak ada para "Pendekar" tersebut, maka sampah akan bertebaran dimana-mana, kenyamanan akan terganggu, dan mungkin akan banyak penyakit yang menjangkiti masyarakat.

Terimakasih wahai "pendekar", untuk keberanian, ke ikhlasan, dan bantuan kalian demi kenyamanan kami semua ...



Selasa, 13 Desember 2011

tugas 8 - Foto 1 Mencari Rezeki


      Pasar Kaget - itulah sebutan untuk pasar yang tumpah ruah di pinggir jalan dengan waktu yang tertentu. Sepeti foto diatas kondisi di salah satu pasar kaget di kawasan depok, tepatnya di jl. Juanda. Pasar kaget ini buka setiap hari minggu pagi sampai siang. Kita bisa temukan ratusan pedagang di kanan dan kiri bahu jalan dari arah margonda hingga ke jalan raya bogor. Di sini beragam pedagang menawarkan dagangannya baik dari barang elektronik, aksesories-aksesories, bahkan ke bahan makanan, serta barang-barang lainnya.

     Para pengunjung juga dari berbagai kalangan. Selain para pedagang dengan menggelar tenda, ada juga ide berdagang yang tergolong kreatif, seperti tukang kopi diatas yang menggunakan sepeda motornya untuk menawarkan dagangannya berupa kopi ataupun minuman lainnya.

Dalam keadaan bagaimanapun serta waktu yang ada kita tetap bisa mencari rezeki dengan cara yang halal..

Jumat, 09 Desember 2011

Tugas 7 - ISD dalam bidang PSIKOLOGI

BAB I

A.     PENDAHULUAN 
         Imu Sosial Dasar adalah pengetahuan yang menelaah masalah masalah sosial khususnya yang diwudkan oleh masyarakat indonesia dengan menggunakan pengertian pengertian (fakta, konsep teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu ilmu sosial seperti: Sejarah, ekonomi, geografi sosial, Sosiologi, antropologi, pisikologi sosial.
         
         Psikologi dari bahasa Yunani Kuno: psyche = jiwa dan logos = kata) dalam arti bebas psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa/mental. Psikologi tidak mempelajari jiwa/mental itu secara langsung karena sifatnya yang abstrak, tetapi psikologi membatasi pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa/mental tersebut yakni berupa tingkah laku dan proses atau kegiatannya, sehingga Psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental.

B.     Tujuan Penulisan         Mengetahui beberapa hubungan yang saling mempengaruhi antara ilmu sosial dasar terhadap bidang psikologi, yang mana memiliki pengaruh yang sangat kuat diantara keduanya. ISD juga merupakan suatu usaha yang dapat diharapkan memberikan pengetahuan umum dan pengetahuan dasar tentang konsep-konsep yg dikembangkan untuk melengkapi gejala – gejala sosial agar daya tanggap (tanggap nilai), persepsi dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosial dapat ditingkatkan, sehingga kepekaan mahasiswa pada lingkungan sosialnya menjadi lebih besar.

C.     Metode Penulisan         Metode penulisan yang saya gunakan dalam makalah ini yaitu metode pustaka yang dilakukan dengan mencari informasi melalui internet dan pengumpulan dan pengeditan informasi dari berbagai sumber.

BAB II
PEMBAHASAN

A.      Pengertian Ilmu Sosial Dasar 
         Ilmu Sosial Dasar adalah pengetahuan yang menelaah masalah masalah sosial khususnya yang diwudkan oleh masyarakat indonesia dengan menggunakan pengertian pengertian (fakta, konsep teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu ilmu sosial seperti: Sejarah, ekonomi, geografi sosial, Sosiologi, antropologi, pisikologi sosial.
         ISD merupakan suatu usaha yang dapat diharapkan memberikan pengetahuan umum dan pengetahuan dasar tentang konsep2 yg dikembangkan untuk melengkapi gejala gejala sosial agar daya tanggap (tanggap nilai), persepsi dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosial dapat ditingkatkan , sehingga kepekaan mahasiswa pada lingkungan sosialnya menjadi lebih besar.

B.      Pengertian Psikologi Sosial
         Psikologi sosial sebagai ilmu yang merupakan cabang ilmu pengetahuan psikologi pada umumnya. Ilmu tersebut menguraikan tentang kegiatan-kegiatan manusia dalam hubunganya dengan situasi-situasi social, seperti situasi kelompok, situasi massa dan sebagainya termasuk di dalamnya interaksi antara orang dan hasil kebudayaanya.
 
         Psikologi sosial juga merupakan suatu ilmu pengetahuan baru dalam abad modern. Ilmu ini mulai di rintis pada tahun 1930 di amerika serikat dan kemudian juga di Negara-negara lain. Sebagai displin ilmu yang relatif baru dakam perkembangannya ia banyak menggunakan materi-materi yang sudah tersedia dalam disiplin ilmu sosial lainya, seperti dari sosiologi dan antropologi misalnya konsep-konsep tentang norma,struktur social dan peran adalah konsep yang di ambil dari disiplin ilmu yang sudah lebih dahulu berkembang. Pegkajian psikologi social dan ruang lingkupnya akan dapat memberi gambaran tentang apa pengertian psikologi sosial dan apa saja yang menjadi objek dalam studinya. Mempelajari modul Psikologi Sosial dan Ruag Lingkupnya merupakan pangkal otak untuk mengetahui lebih lanjut tentang prinsip-prinsip maupun proses yang tingkah laku seseorang sebagai mahluk sosial.
 
Definisi-definisi Psikologi Sosial menurut Para Ahli

1. Hubert Bonner
    Psikologi Sosial adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia.

2. A.M . chorus
    Psikologi Sosial adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia sebagai anggota suatu masyarakat.

3. Michener & Delamater : 1999
    Psikologi Sosial adalah studi alami tentang sebab-sebab dari prilaku sosial manusia.

4. Gordon Allport : 1985
    Psikologi Sosial adalah ilmu pengetahuan yang berusaha memahami dan menjelaskan bagaimana pikiran, perasaan, dan tingkah laku seseorang dipengaruhi oleh kehadiran orang lain, baik secara nyata/aktual, dalam bayangan/imajinasi dan dalam kehadiran
yang tidak langsung (implied).

5. Davis O Sears
    Psikologi Sosial merupakan usaha sistematis untuk memahami prilaku sosial, yakni :
    a) Bagaimana kita mengamati orang lain dan situasi social
    b) Bagaimana orang lain bereaksi terhadap kita.
    c) Bagaimana kita dipengaruhi oleh situasi social.

6.   Shaw & Costanzo : 1970
    Psikologi Sosial adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku individu sebagai fungsi dari rangsang-rangsang sosial.

7.   Berhm & Kassin
   Psikologi Sosial adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari cara individu berpikir, merasa, dan bertingkahlaku dalam settingsosial. 
 
C.    Ruang Lingkup Psikologi sosial        Ditinjau dari segi objeknya,psikologi dapat dibedakan dalam dua golongan besar,yaitu:
a. Psikologi yang menyelidiki dan mempelajari manusia
b. Psikologi yang menyelidiki gdan mempelajari hewan,yang umumnya lebih tegas disebut psikologi hewan.

Kesulitan lain dalam pembentukan teori psikologi social adalah menentukan ruang lingkup suatu teori seperti berikut ini:
a) Jangkauan penerapan (comprehensiveness), yaitu untuk berapa banyak (macam) fenomena atau kepribadian teori ini dapat diterapkan.

b)  Keterbatasan ,yaitu sampai dimana perlu diberikan prasyarat pada kondisi dimana fenomena itu timbul agar suatu teori dapat dinyatakan berlaku.

c)  Keumuman (generality),sampai dimana teori bias diperluas untuk mencakup situasi-situasi yang tidak tercakup dalam fenomena awal yang dijadikan dasar untuk penyusunan teori yang bersangkutan.

   Sebagaimana ilmu-ilmu yang lain,psikologi sosial bertujuan untuk mengerti suatu gejala atau fenomena.dengan mengerti suatu fenomena,kita dapat membuat peramalan-peramalan tentang kapan akan terjadinya fenomena tersebut dan bagaimana hal itu akan terjadi. Selanjutnya , dengan pengertian dan kemampuan peramalan itu,kita dapat mengendalikan fenomenaitu sampai batas-batas tertentu. Inilah sebetulnya tujuan dari ilmu,termasuk psikologi sosial. (namun,tentu saja tidak selalu kalau kita bisa mengontrol suatu gejala maka kita sudah mengerti betul tentang gejala itu. Seorang pengemudi mobil misalnya,dapat mengendalikan mobilnya tanpa ia mengrti betul tentang mekanisme yang menggerakkan mobil tersebut).

      Psikologi yang dipelajari secara praktis dapat dipraktekan dalam bermacam-macam bidang ,misalnya dalam bidang pendidikan,dalam bidang indrusti atau perusahaan dan sebagainya. Psikologi yang berusaha mempelajari jiwa manusia, ternyata banyak mendapat kesulitan ,oleh karena objek penyelidikannya adlah abstrak ,yang tidak dapat diselidiki secara langsung,tetapi diselidiki keaktifannya yang terlibat melalui manifestasi tingkah laku atau perbuatan. Dapat dimisalkan bila kita mempelajari tentang angina,objeknya sendiri secara langsung tidak dapat dilihat ,namun dari keaktifannya ,bila ada daun yang bergerak atau debu beterbangan ,maka jelas ada ,seperti itu pulalah bila kita mempelajari jiwa.

       Jadi dalam mempelajari psikologi ini,kita akan membatasi diri pada tingkah laku manusia,karena manusia adalah makhluk tuhan tertinggi derajatnya diantara makhluk-makhluk yang lain.
D. Metode – Metode Psikologi Sosial
Dalam psikologi sosial ada beberapa metode yang dilakukan secara empiris tidak seperti ketika psikologi sosial hanya dipikir dan direnungkan tanpa bukti dan fakt-fakta yang jelas, ada beberapa metode yang dikemukakan oleh beberapa ahli
1.  Metode Eksperimen
Wilhem Wundt adalah yang pertama memakai dam mendasarkan metode ini kedalam psikologi sosial secara ilmiah, dalam metode ini ada beberapa syarat yang diajukan oleh Wilhem:

a)    kita harus dapat menetukan dengan tepat waktu terjadi gejala yang ingin kita selidiki.

b)   kita harus dapat mengikuti langsung gejala yang ingin kita selidiki dari mulanya sampai pada akhirnya, dan kita harus mengamati dengan perhatian yang khusus.

c)    tiap-tiap observasi (pengamatan) harus dapat kita ulangi dalam keadaan-keadaan yang sama.

d)  kita harus mengubah-ubah dengan sengaja syarat- syarat keadaan eksperimen Maksud metode ini memanglah untuk menimbulkan dengan sengaja suatu gejala guna dapat menyelidiki berlangsungnya dengan persiapan yang cukup dan perhatian yang khusus.


2.  Metode Survey
    Dalam metode ini penyelidik mengumpulkan keterangan- keterangan seluas mungkin mengenai kelompok tertentu yang ingin dia selidiki, kebiasaan survey yang digunakan adalah dengan wawancara, observasi dan angket untuk mendapatkan keterangan


3.  Metode Diagnotik-Psikis
    Dalam mengumpulkan beberapa keterangan biasanay penyelidik tidak melakuakan dengan biasa, kadang perlu dilakukan uji test-test psikolgi yang dapat menggambarkan segi-segi psikologi yang lebih dalam mendapat keterangan.


4.  Metode Sosiometri
   Morena adalah orang yang berjasa dalam metode ini karena  dialah yang menemukannya, yang mana metode ini merupakan metode baru dalam ilmu sosial dan terfokus untuk meneliti “intra-group- relations” atau saling berhubungan antara anggota kelompok di dalam suatukelompok.

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan     Dari uraian diatas dapat kita simpulkan bahwa sangatlah kuat pengaruhnya ilmu sosial dasar terhadap bidang psikologi, tentunya pembangunan karakter seseorang. Satu dengan lainnya memiliki hubungan yang erat dalam pembangunan karakter masing-masing individu sendiri.  Dapat dikatakan  ilmu sosial dasar sekali lagi sangat berpengaruh besar dalam psikologi tiap tiap individu dalam pembangunan masing-masing karakter.

     Psikologi sosial sebagai ilmu yang merupakan cabang ilmu pengetahuan psikologi pada umumnya. Ilmu tersebut menguraikan tentang kegiatan-kegiatan manusia dalam hubungannya dengan situasi-situasi sosial, seperti situasi kelompok,situasi massa dan sebagainya termasuk di dalamnya interaksi antara orang dan hasil kebudayanya.  Sedangkan metode sosial antara lain :
a)    Metode Eksperimen,
b)    Metode survey,
c)    Metode Observasi,
d)    Metode diagnostik – psychis,
e)    Metode Sosiometri.

Saran
     Sebaiknya Ilmu Sosial dibidang Psikologi lebih di kembangkan di indonesia, karena banyak sekali manfaat yang dapat kita peroleh dari isi-isi ilmu di dalamnya.


Daftar Pustakahttp://www.anakciremai.com
http://delsajoesafira.blogspot.com
http://ilmu-psikologi.blogspot.com/2009/05/psikologi-sosial.html


Selasa, 06 Desember 2011

(ISD - 6) ISD DALAM BIDANG SOSIOLOGI

BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
         Sosiologi ditinjau dari sifatnya digolongkan sebagai ilmu pengetahuan murni (pure science) bukan ilmu pengetahuan terapan (applied science). Sosiologi dimaksudkan untuk memberikan kompetensi kepada peserta didik dalam memahami konsep-konsep sosiologi seperti sosialisasi, kelompok sosial, struktur sosial, lembaga sosial, perubahan sosial dan konflik sampai pada terciptanya integrasi sosial. Sosiologi mempunyai dua pengertian dasar yaitu sebagai ilmu dan sebagai metode.
         Sebagai ilmu, sosiologi merupakan kumpulan pengetahuan tentang masyarakat dan kebudayaan yang disusun secara sistematis berdasarkan analisis berpikir logis. Sebagai metode, sosiologi adalah cara berpikir untuk mengungkapkan realitas sosial yang ada dalam masyarakat dengan prosedur dan teori  yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
         Dalam kedudukannya sebagai sebuah disiplin ilmu sosial yang sudah relative lama berkembang di lingkungan akademika, secara teoritis sosiologi memiliki posisi strategis dalam membahas dan mempelajari masalah-masalah sosial politik dan budaya yang berkembang di masyarakat dan selalu siap dengan pemikiran kritis dan alternative menjawab tantangan yang ada. Melihat masa depan masyarakat kita, sosiologi dituntut untuk tanggap terhadap isu globalisasi yang didalamnya mencakup demokratisasi, desentralisasi dan otonomi, pegekana HAM, good governance (tata kelola pemerintahan yang baik), emansipasi, kerukunan hidup bermasyarakat, dan masyarakat yang demokratis.

B.     Ruang Lingkup
         Ruang lingkup mata pelajaran Sosiologi meliputi aspek-aspek sebagai berikut :
·   Konsep dasar sosiologi
·   Karakteristik sosiologi
·   Kegunaan sosiologi dan peran sosiologi
·   Metode sosiologi
·   Konsep dasar tentang realitas sosial budaya
·   Hubungan antara berbagai konsep realitas sosial budaya

C.     Tujuan
         Sosiologi bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut :
1.Memahami konsep-konsep sosiologi seperti sosialisasi, kelompok sosial, struktur sosial, lembaga sosial, pranata sosial, perubahan sosial, dan konflik sampai dengan terciptanya integrasi sosial.
2.Memahami berbagai peran sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
3.Menumbuhkan sikap, kesadaran dan kepedulian sosial serta saling menghargai dalam kehidupan bermasyarakat yang multicultural.
4.Melangsungkan komunikasi sosial untuk mencapai kemandirian dalam keterampilan hidup di masyarakat.

BAB II
PEMBAHASAN

A.     Konsep Dasar Sosiologi
        Secara kebahasaan nama sosiologi berasal dari kata socious, yang artinya”kawan” atau ”teman” dan logos, yang artinya ”kata”, ”berbicara”, atau ”ilmu”. Sosiologi berarti berbicara atau ilmu tentang kawan. Dalam hal ini, kawan memiliki arti yang luas, tidak seperti dalam pengertian sehari-hari, yang mana kawan hanya digunakan untuk menunjuk hubungan di antara dua orang atau lebih yang berusaha atau bekerja bersama.
        Kawan dalam pengertian ini merupakan hubungan antar-manusia, baik secara individu maupun kelompok, yang meliputi seluruh macam hubungan, baik yang mendekatkan maupun yang menjauhkan, baik yang menuju kerpada bentuk kerjasama maupun yang menuju kepada permusuhan.

Berikut dikemukakan definisi sosiologi dari beberapa ahli sosiologi :
  • Van der Zanden memberikan batasan bahwa sosiologi merupakan studiilmiah tentang interaksi antar-manusia.
  • Roucek dan Warren mendefinisikan sosiologi sebagai ilmu yangmempelajari hubungan antar-manusia dalam kelompok.
  • Pitirim A. Sorokin menyatakan bahwa sosiologi adalah ilmu yangmempelajari: hubungan dan pengaruh timbal-balik antara aneka macamgejala sosial, misalnya gejala ekonomi dengan agama, keluarga dengan moral, hukum dengan ekonomi, gerak masyarakat dengan politik, dansebagainya

     Struktur sosial merupakan jalinan atau konfigurasi unsur-unsur sosial yang pokok dalam masyarakat, seperti: kelompok-kelompok sosial, kelas-kelas sosial,kekuasaan dan wewenang, lembaga-lembaga sosial maupun nilai dan norma sosial. Proses sosial merupakan hubungan timbal-balik di antara unsur-unsur atau bidang- bidang kehidupan dalam masyarakat melalui interaksi antar-warga masyarakat dankelompok-kelompok. Sedangkan perubahan sosial meliputi perubahan-perubahanyang terjadi pada struktur sosial dan proses-proses sosial.

B.     Karakteristik Sosiologi
         Sebagai ilmu, sosiologi memiliki sifat hakikat atau karakteristik sosiologi:
         1.   Merupakan ilmu sosial, bukan ilmu kealaman ataupun humaniora
         2.   Bersifat empirik-kategorik, bukan normatif atau etik; artinya sosiologi berbicara apa adanya tentang fakta sosial secara analitis, bukanmempersoalkan baik-buruknya fakta sosial tersebut. Bandingkan dengan pendidikan agama atau pendidikan moral.
        3.   Merupakan ilmu pengetahuan yang bersifat umum, artinya bertujuan untuk menghasilkan pengertian dan pola-pola umum dari interaksi antar-manusiadalam masyarakat, dan juga tentang sifat hakikat, bentuk, isi dan struktur masyarakat.
        4.   Merupakan ilmu pengetahuan murni (pure science), bukan ilmu pengetahuanterapan (applied science).
        5.   Merupakan ilmu pengetahuan yang abstrak atau bersifat teoritis. Dalam halini sosiologi selalu berusaha untuk menyusun abstraksi dari hasil-hasilobservasi. Abstraksi tersebut merupakan kerangka dari unsur-unsur yang tersusun secara logis serta bertujuan untuk menjelaskan hubungan sebab-akibat sehingga menjadi teori


C.     Kegunaan Sosiologi dan Peran Sosiologi
        Sosiologi dipelajari untuk apa? Dengan pertanyaan lain mengapa kita belajar sosiologi? Pertanyaan-pertanyaan itu dapat dijawab dengan uraian tentang peransosiolog (ahli sosiologi) berikut ini.Sebenarnya di mana dan sebagai apa seorang sosiolog dapat berkiprah, tidak mungkin dapat dibatasi oleh sebutan-sebutan dalam administrasi okupasi(pekerjaan/mata pencaharian) resmi yang dileluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Di beberapa negara telah muncul pengakuan yang kuat terhadap sumbangandan peran sosiolog di berbagai bidang kehidupan dan pembangunan.
   Seiring dengan perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat, keterlibatan parasosiolog di berbagai bidang kehidupan akan semakin penting dan sangatdiperlukan. Perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat akan menuntut penyesuaian dari segenap komponen masyarakat yang menuntut kemampuanmengantisipasi keadaan baru. Para sosiolog pada umumnya unggul dalam hal penelitian sosial, sehingga perannya sangat diperlukan.

D.     Metode Sosiologi
     1. Metode Statistik Banyak dipakai untuk menunjukkan hubungan atau pengaruh kausalitas serta prasangka pribadi atau sepihak.Penerapan metode ini yang paling sederhana adalahteknik enumerasi(penghitungan).Jawaban pertanyaan responden disusun dalamtabel sehingga diketahui jumlahnya.
 2.Metode EksperimenMetode eksperimen dilakukan terhadap dua kelompok.Kelompokpertamamerupakan kelompok eksperimen sedangkan kelompok kedua sebagai kelompok kontrol.Metode ini membandingkan percobaan kedua kelompok tersebut.Duamacam metode metode eksperimen:eksperimen laboratorium dan eksperimenlapangan.
         3.   Metode Induktif dan Deduktif Metode Induktif adalah metode yang digunakan untuk memperoleh kaidahumum dengan mempelajari gejala yang khusus.Adapun metode deduktif adalah metode yang digunakan untuk memperoleh kaidah khusus dengan mempelajarigejala khusus,metode deduktif adalah metode yang digunakan untuk memperolehkaidah khusus dengan mempelajari gejala umum.
         4.   Metode Survei LapanganMetode ini digunakan untuk memperoleh data yang hanya ada pada kehidupanmasyarakat secara langsung dan diperoleh melalui angket,wawancara,ataupunobservasi secara langsung.Persiapan yang dilakukan adalah menentukan populasiyang hendak diteliti sekaligus objek,angket dan bahasa yang dipahami.
         5.   Metode PartisipasiMetode ini digunakan untuk mengadakan penelintian terhadap kepentingankelompok.Peneliti berbaur dalam kehidupan kelompok sambil melakukan pengamatan atau kegiatan penelitiannya tanpa mengungkapkan identitas sebagai peneliti dan tidak boleh terlibat secara emosional terhadap kelompok yangditelitinya.
         6.   Metode Empiris dan RasionalistisMetode empiris menyandarkan diri pada fakta yang ada dalam masyarakatmelalui penelitian.Metode rasionalistis mengutamakan pemikiran sehat untuk mencapai pengertian tentang masalah-masalah kemasyarakatan.
         7.   Metode Studi PustakaMerupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan mengambil dataatau keterangan dari buku literatur di perpustakaan.Kelebihannya adalahmemperoleh banyak sumber tanpa perlu biaya,tenaga dan waktu.Akan tetapidibutuhkan kepandaian peneliti untuk mencari buku yang relevan agar dapatdipakai sebagai sumber perolehan data dalam penelitian tersebut.

E.    Konsep-Konsep Dasar tentang Realitas Sosial Budaya
         Berikut ini beberapa realitas sosial budaya yang terdapat di masyarakat.
1.      MasyarakatMasyarakat adalah sekumpulan manusia yang menempati wilayah tertentu danmembina kehidupan bersama dalam berbagai aspek kehidupan atas dasar normasosial terntentu dalam waktu yang cukup lama.Dari pengerti tersebut dapat dilihat bahwa masyarakat merupakan organisasi manusia yang selalu berhubungan danmemiliki unsur berikut:a)Orang-orang dalam jumlah relatif besar yang saling berinteraksi,baik antaraindividu dengan kelompok maupun atarkelompok. b)Adanya kerja sama yang secara otomatis terjadi dalam setiap masyarakat,baik dalam skala kecil(antarindividu) maupun dalam skala luas.c)Berada dalam wilayah dengan batas-batas tertentu yang merupakan wadahtempat berlangsungan suatu tata kehidupan bersamd)Berlangsung dalam waktu relatif lama ,serta memiliki norma sosial tertentu yangmenjadi pedoman dalam sistem tata kelakuan dan hubungan warga masyarakatuntuk memenuhi kebutuhannya.
2. Interaksi SosialInteraksi Sosial adalah hubungan dan pengaruh timbal balik antarindividu,antara individu dari kelompok dan antarkelompok.
3.   Status dan PeranStatus adalah posisi seseorang dalam masyarakat yang merupakan aspek masyarakat yang kurang lebih bersifat statis.Peran merupakan pola tindakan dari orang yang memiliki status tertentu danmerupakan aspek masyarakat yang kurang lebih bersifat dinamis.
4.  Nilai Nilai itu adalah segala sesuatu yang dianggap baik dan benar oleh anggotamasyarakat dan merupakan sesuatu yang diidam-idamkan.Pergeseran nilai akanmempengaruhi kebiasaan dan tata kelakuan.
5. Norma Norma merupakan wujud konkret dari nilai sosial,dibuat untuk melaksanakannilai-nilai yang ada dalam masyarakat yang telah dianggap baik dan benar.Adaempat macam norma yang ada dalam masyarakat antara lain:a.Norma agama,yaitu petunjuk hidup yang berupa perintah dan larangan agar manusia berada dalam jalan yang diridhai Tuhan. b.Norma adat,yaitu norma yang berkaitan dengan sistem penyelanggaraan hidupyang terjadi secara berulang-ulang karena dibakukan dan diyakini.c.Norma kesusilaan dan kesopanan,yaitu tuntutan perilaku yang harus dipatuhioleh setiap warga masyarakat.Norma ini memiliki substansi pokok mengenai penghargaan terhadap harkat dan martabat orang lain.d.Norma huku,yaitu norma masyarakat yang dibuat oleh lembaga-lembaga berwenang pidana.
6.      Lembaga SosialMenurut Paul B.Horton dan Chester L Hunt
       Lembaga adalah sistem hubungansosial yang terorganisir dan mewujudkan nilai-nilai dan tata cara umu tertentu danmemenuhi kebutuhan dasar masyarakat.Lembaga merupaka satu sistem normauntuk mencapai suatu tujuan yang oleh masyarakat dianggap penting.
7. SosialisasiSosialisasi merupakan proses individu belajar berinteraksi di tengahmasyarakat.Melalui proses sosialisasi ,seorang individu akan memperoleh pengetahuan,nilai-nila dan norma-norma yang akan membekalinya dalam proses pergaulan.
8.   Perilaku MenyimpangMerupakan bentuk perilaku masyarakat yang tidak sesuai dengan norma dannilai yang berlaku.

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
·         Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial yang meliputi perubahan-perubahan sosial.
·         Sosiologi sebagai ilmu sosial dikarenakan pusat perhatiannya pada segi masyarakat yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umumnya.
·  Sosiologi merupakan suatu ilmu pengetahuan kemasyaratakan yang kategoris, murni, abstrak dan berusaha memberi pengertian umum, rasional dan empiris, serta bersifat umum.
· Untuk mempelajari masyarakat sebagai obyek dari sosiologi, maka sosiologi mempergunakan beberapa cara kerja atau metode-metode yang juga di pergunakan oleh ilmu-ilmu yang lain


DAFTAR PUSTAKA :

Jumat, 25 November 2011

ISD - 5

ILMU SOSIAL DASAR
DALAM BIDANG ANTROPOLOGI

A.           Pengertian Antropologi

          Antropologi adalah salah satu cabang ilmu sosial yang mempelajari tentang budaya masyarakat suatu etnis tertentu. Antropologi lahir atau muncul berawal dari ketertarikan orang-orang Eropa yang melihat cirri-ciri fisik, adat istiadat, budaya yang berbeda dari apa yang dikenal di Eropa. Antropologi lebih memusatkan pada penduduk yang merupakan masyarakat tunggal, tunggal dalam arti kesatuan masyarakat yang tinggal didaerah yang sama, antropologi mirip seperti sosiologi tetapi pada sosiologi lebih menitik beratkan pada masyarakat dan kehidupan sosialnya.
          Istilah antropologi berasal dari bahasa Yunani, yakni dari kaa antropos yang berarti manusia dan logos yang berarti ilmu. Secara harafiah antropologi berarti ilmu atau studi tentang manusia, antropologi mempelajari manusia sebagai makhluk biologis dan sebagai makhluk sosial.
Secara khusus, ilmu antropologi terbagi dalam lima sub ilmu yang mempelajari :
1.      Masalah asal dan perkembangan manusia atau evolusinya secara biologis
2.      Masalah terjadinya aneka ragam cirri fisik manusia.
3.      Masalah terjadinya perkembangan dan persebaran anekaragam kebudayaan manusia
4.      Masalah asal perkembangan dan persebaran aneka ragam bahasa yang diucapkan diseluruh dunia
5.    Masalah mengenai asas-asas dari masyarakat dan kebudayaan manusia dari anekaragam suku bangsa yang tersebar di seluruh dunia masa kini.

1.    Antropologi fisik
       Antropologi fisik mempelajari manusia sebagai oranisme bilogis yang melacak perkembangan manusia menurut evolusinya dan menyelediki variasi biologisnya dalam berbagai jenis
2.    Antropologi Budaya
       Antropologi budaya memfokuskan perhatiannya pada kebudayaan manusia ataupun cara hidupnya dalam masyarakat.

B.   Tujuan dan Kegunaan Antropologi

       Sebagai ilmu tentang umat manusia, antropologi melalui pendekatan dan metode ilmiah berusaha menyusun sejumlah generalisasi yang bermakna tentanga manusia dan perilakunya. Kedua bidan besar dari antropologi adalah antropologi fisik dan budaya.
       Diantara ilmu-ilmu sosial dan alamiah, antropologi memiliki kedudukan, tujuan dan manfaat yang unik karena bertujuan dan bermanfaat dalam merumuskan penjelasan-penjelasan tentang perilaku manusia yang didasarkan pada studi atas semua aspek biologismanusia dan perilakunya di semua masyarakat.
       Selain itu antropologi bermaksud mempelajari umat manusia secara objektif, paling tidak mendekati objektif dan sistematis. Seorang ahli antropologis dituntut harus mampu menggunakan  metode-metode yang mungkin juga digunakan oleh para ilmuwan lain dengan mengembangkan hipotesis atau penjelasan yang dianggap benar, menggunakan data lain untuk mengujinya, dan akhirnya menemukan suatu teori, yaitu suatu sistemhipotesis yang telah teruji. Sedangkan data yang digunakan ahli antropologi dapat berupa data dari suatu masyarakat atau studi komparatif di antara sejumlah masyarakat.

C.      Pengertian Ilmu Sosial Dasar.

          Ilmu Sosial Dasar ( ISD ) adalah ilmu pengetahuan yang menelaah masalah – masalah social yang timbul dan berkembang, khususnya yang diwujudkan oleh warga Indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu social. pengetahuan yg menelaah masalah-masalah sosial, khususnya masalah – masalah yg diwujudkan oleh masyarakat Indonesia, dengan menggunakan Teori – teori yg berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu – ilmu sosial (seperti Geografi Sosial, Sosiologi, Antropologi Sosial, Ilmu Politik, Ekonomi, Psikologi Sosial dan Sejarah).
          ISD membantu perkembangan wawasan penalaran dan kepribadian mahasiswa agar memperoleh wawasan yg lebih luas dan ciri – ciri kepribadian yg diharapkan dari sikap mahasiswa, khususnya berkenaan dengan sikap dan tingkah laku manusia dlm menghadapi manusia lain, serta sikap dan tingkah laku manusia – manusia lain terhadap manusia yg bersangkutan secara timbal balik.
          ISD juga merupakan suatu usaha yang dapat diharapkan memberikan pengetahuan umum dan pengetahuan dasar tentang konsep-konsep yg dikembangkan untuk melengkapi gejala – gejala sosial agar daya tanggap (tanggap nilai), persepsi dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosial dapat ditingkatkan, sehingga kepekaan mahasiswa pada lingkungan sosialnya menjadi lebih besar.

D.  Ruang Lingkup Ilmu Sosial Dasar.
ISD meliputi dua kelompok utama; studi manusia dan masyarakat dan studi lembaga2 sosial. Yg terutama terdiri atas psikologi, sosiologi, dan antropologi, ekonomi & politik Sasaran STUDI ISD adalah aspek-aspek yg paling dasar yg ada dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial dan masalah-masalah yg terwujud dari padanya.
Materi Ilmu Sosial Dasar terdiri atas masalah-masalah sosial. Untuk dapat menelaah masalah-masalah sosial, hendaknya terlebih dahulu kita dapat mengindentifikasi kenyataankenyataan sosial dan memahami sejumlah konsep sosial tertentu. Sehingga dengan demikian bahan pelajaran Ilmu Sosial Dasar dapat dibedakan atas tiga golongan yaitu.
Kenyataan-kenyataan sosial tersebut sering ditanggapi secara berbeda oleh para ahli ilmu-ilmu sosial, karena adanya perbedaan latar belakang disiplin ilmu atau sudut pandangannya. Dalam Ilmu Sosial Dasar kita menggunakan pendekatan interdisiplin/multidisiplin.
Konsep-konsep sosial atau pengertian-pengertian tentang kenyataan­kenyataan sosial dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah-masalah sosial yang dibahas dalam Ilmu Pengetahuan sosial.Sebagai contoh dari konsep dasar semacam itu misalnya konsep “keanekaragaman” dan kosep “Kesatuan sosial”.

E.      Kesimpulan

            Jadi, dalam penerapan ilmu antropologi harus didasari dengan ilmu social dasar, karena kedua hal tersebut berhubungan dengan hubungan social masyarakat.  Seseorang yang mempelajari ilmu antropologi juga akan mempunyai pribadi yang baik dan menyenangkan jika orang tersebut memiliki ilmu social dasar, karena ilmu social dasar merupakan pijakan awal yang harus dimiliki oleh orang-orang yang belajar dan bekerja dalam bidang social masyarakat.

F.      Daftar Pustaka
http://wahyu-karnoto.blogspot.com/2011/11/ilmu-sosial-dasar-dalam-bidang_08.html
http://fahmiinformatika.blogspot.com/2011/11/ilmu-sosial-dasar-ids-dalam-bidang.html
http://arie-pnj.blogspot.com/2011/11/ilmu-sosial-dasar-dalam-bidang_2086.html

Senin, 21 November 2011

ISD - 4

Perbedaan Sistem Berorientasi Objek
Dan Sistem Terstruktur


         Seperti kita ketahui bahwa pemrograman berorientasi objek merupakan paradigma pemrograman yang berorientasikan kepada objek. Semua data dan fungsi di dalam paradigma ini di bungkus dalam kelas-kelas atau objek-objek. Sementara itu Pemrograman terstruktur adalah suatu proses untuk mengimplementasikan urutan langkah untuk menyelesaikan suatu masalah dalam bentuk program.

Dari keterangan diatas dapat kita ambil kesimpulan perbedaan dari keduanya, yaitu :
a. Keuntungan Pemrograman Terstruktur
·   Memuat teknik pemecahan masalah  yang logis dan sistematis
·   Memuat algoritma yang efisien, efektif dan sederhana
·   Program disusun dengan logika yang mudah dipahami
·   Tidak menggunakan perintah GO TO
·   Memiliki dokumentasi yang baik
·   Biaya perawatan dan dokumentasi yang dibutuhkan relative rendah

b. Keuntungan Pemrograman Berorintasi Objek
·   Maintenance. Program lebih mudah dibaca dan dipahami, dan pemrograman berorientasi objek mengontrol kerumitan program hanya dengan mengijinkan rincian yang dibutuhkan untuk programmer
·   Pengubahan program; perubahan yang dilakukan antara lain menyangkut penambahan dan penghapusan dalam suatu database program misalnya.
·   Dapat digunakannya objek-objek sesering yang diinginkan, kita dapat menyimpan objek-objek yang dirancang dengan baik ke dalam sebuah toolkit rutin yang bermanfaat yang dapat disisipkan ke dalam kode yang baru dengan sedikit perubahan atau tanpa perubahan pada kode tersebut.

Dari penjelasan diatas, sangat jelas sekali bahwa pemrograman terstruktur unggul dalam melakukan pemrograman sederhana karena lebih efisien dan lebih murah dalam hal perawatan tetapi permodelan ini lebih susah untuk dipahami oleh orang-orang selain pembuat program itu sendiri (contohnya ketika dilakukan tracing Program).
         Pemrograman berorientasi objek sangat cocok sekali digunakan dalam kasus pembuatan software yang rumit dan kompleks karena memberikan berbagai kemudahan kepada pemrograman seperti yang telah disebutkan diatas.
Ketika ditanya permodelan mana yang lebih bagus ?? Maka jawabannya tergantung dari kebutuhan dan dari sudut pandang mana anda melihatnya. Yang perlu anda ingat adalah tujuan dari permodelan itu sendiri, yang mana agar pada akhir proyek system dapat diperoleh system informasi yang memenuhi kebutuhan pemakai, tepat waktu  dan sesuai anggaran, serta mudah digunakan, dimengerti dan di pelihara.


ISD - 3

SISTEM TERSTRUKTUR


1.      Konsep Perancangan Terstruktur
         Pendekatan perancangan terstruktur dimulai dari awal 1970. Pendekatan terstruktur dilengkapi dengan alat-alat (tools) dan teknik-teknik (techniques) yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem, sehingga hasil akhir dari sistem yang dikembangkan akan diperoleh sistem yang strukturnya didefenisikan dengan baik dan jelas.
         Melalui pendekatan terstruktur, permasalahan yang komplek di organisasi dapat dipecahkan dan hasil dari sistem akan mudah untuk dipelihara, fleksibel, lebih memuaskan pemakainya, mempunyai dokumentasi yang baik, tepat waktu, sesuai dengan anggaran biaya pengembangan, dapat meningkatkan produktivitas dan kualitasnya akan lebih baik (bebas kesalahan).

2.      Data Flow Diagram (DFD)
         Data Flow Diagram (DFD) adalah alat pembuatan model yang memungkinkan profesional sistem untuk menggambarkan sistem sebagai suatu jaringan proses fungsional yang dihubungkan satu sama lain dengan alur data, baik secara manual maupun komputerisasi. DFD ini sering disebut juga dengan nama Bubble chart, Bubble diagram, model proses, diagram alur kerja, atau model fungsi.
         DFD ini adalah salah satu alat pembuatan model yang sering digunakan, khususnya bila fungsi-fungsi sistem merupakan bagian yang lebih penting dan kompleks dari pada data yang dimanipulasi oleh sistem. Dengan kata lain, DFD adalah alat pembuatan model yang memberikan penekanan hanya pada fungsi sistem.
         DFD ini merupakan alat perancangan sistem yang berorientasi pada alur data dengan konsep dekomposisi dapat digunakan untuk penggambaran analisa maupun rancangan sistem yang mudah dikomunikasikan oleh profesional sistem kepada pemakai maupun pembuat program.

2.1.   Komponen Data Flow Diagram
         Menurut Yourdan dan DeMarco
        










 


         Terminator                     Proses             Data Store       Alur data

         Menurut Gene dan Serson









 

                                                                                                                                   

         Terminator                     Proses               Data Store       Alur Data

2.2.   Komponen Terminator / Entitas Luas          
         Terminator mewakili entitas eksternal yang berkomunikasi dengan sistem yang sedang dikembangkan. Biasanya terminator dikenal dengan nama entitas luar (External Entity).
Terdapa dua jenis terminator :
a. Terminator Sumber (source) : merupakan terminator yang menjadi sumber
b.Terminator Tujuan (sink): merupakan terminator yang menjadi tujuan data/informasi sistem.
Terminator dapat berupa orang sekelompok orang, organisasi, departemen di dalam organisasi, atau perusahaan yang sama tetapi di luar kendali sistem yang sedang dibuat modelnya.
Ada tiga hal penting yang harus diingat tentang terminator :
·   Terminator merupakan bagian/lingkungan luar sistem. Alur data yang menghubungkan terminator dengan berbagai proses sistem, menunjukkan hubungan sistem dengan dunia luar.
·   Profesional sistem tidak berhak mengubah isi atau cara kerja organisasi atau prosedur yang berkaitan dengan terminator
·   Hubungan yang ada antar terminator yang satu dengan yang lain tidak digambarkan pada DFD.

2.3.   Komponen Proses
         Komponen proses menggambarkan bagian dari sistem yang mentransformasikan input menjadi output. Proses diberi nama untuk menjelaskan proses/kegiatan apa yang sedang / akan dilaksanakan. Pemberian nama proses dilakukan dengan menggunakan kata kerja transitif (kata kerja yang membutuhkan objek), seperti menghitung gaji, mencetak KRS, menghitung jumlah SKS.
Ada empat kemungkinan yang dapat terjadi dalam proses sehubungan dengan input dan output :
·   1 input & 1 output
·   1 input & banyak output
·   banyak input & 1 output
·   banyak input & banyak output

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang proses :
·   Proses harus memiliki input dan output
·   Proses dapat dihubungkan dengan komponen terminator, data store atau proses melalui alur data
·   Sistem/bagian/divisi yang sedang dianalisis oleh profesional sistem digambarkan dengan komponen proses

Umumnya kesalahan proses di DFD adalah :
1.Proses mempunyai input tetapi tidak menghasilkan output. Kesalahan ini disebut dengan black Hole, karena data masuk ke dalam proses dan lenyap tidak berbekas seperti dimasukkan dalam lubang hitam.
2.Proses menghasilkan output tetapi tidak pernah menerima input. Kesalahan ini disebut dengan miracle.


2.4.   Komponen Data Store
         Komponen ini digunakan untuk membuat model sekumpulan paket data dan diberi nama dengan kata benda jamak, misalnya Mahasiswa. Data store ini biasanya berkaitan dengan penyimpanan secara komputerisasi misalnya file disket, file harddisk.
Suatu data store dihubungkan dengan alur data hanya pada komponen proses, tidak dengan komponen DFD lainnya. Alur data yang menghubungkan data store dengan suatu proses mempunyai pengertian sebagai berikut :
·   Alur data dari data store yang berarti sebagai pembacaan atau pengaksesan satu paket tunggal data, lebih dari satu paket data, sebagian dari satu paket tunggal data, atau sebagian lebih dari satu paket data untuk suatu proses.
·   Alur data ke data store yang berarti sebagai pengupdatetan data, seperti menambah satu paket data baru atau lebih, menghapus satu paket atau lebih, atau mengubah/memodifikasi satu paket data atau lebih.

2.5.   Komponen Data Flow / Alur Data
         Suatu data flow/alur data digambarkan dengan anak panah, yang menunjukkan arah menuju ke dan keluar dari suatu proses. Alur data ini digunakan untuk menerangkan perpindahan data atau paket data/informasi dari satu bagian sistem ke bagian lainnya.
Selain menunjukkan arah, alur data pada model yang dibuat oleh profesional sistem dapat merepresentasikan bit, karakter, pesan, formulir, bilangan real, dan macam-macam informasi yang berkaitan dengan komputer.
         Ada empat konsep yang perlu di perhatikan dalam penggamabaran alur data yaitu :
·   Konsep Paket Data
·   Konsep alur data Menyebar
·   Konsep Alur Data mengumpul
·   Konsep Sumber atau tujuan alur data

2.6.   Bentuk Data Flow Diagram
         Terdapat dua bentuk DFD, yaitu :
a.       Diagram Alur Data Fisik (DADF)
DADF lebih tepat digunakan untuk menggambarkan sistem yang ada (sistem yang lama). Penekanan dari DADF adalah bagaimana proses-proses dari sistem diterapkan (dengan cara apa, oleh siapa dan dimana), termasuk proses-proses manual
         b.   Diagram Alur Data Logika (DADL)
DADL lebih tepat digunakan untuk menggambarkan sistem yang akan diusulkan (sistem yang baru). Untuk sistem komputerisasi, penggambaran DADL hanya menunjukkan kebutuhan proses dari sistem yang diusulkan secara logika, biasanya proses-proses yang digambarkan hanya merupakan proses-proses secara komputer saja.

2.7.   Syarat-syarat Pembuatan Data flow Diagram
         Syarat pembuatan DFD ini akan meolong profesional sistem untuk menghindari pembentukan DFD yang salah atau DFD yang tidak lengkap atau tidak konsisten secara logika. Beberapa syarat pembuatan DFD dapat menolong profesional sistem untuk membentuk DFD yang benar, menyenangkan untuk di lihat dan mudah dibaca oleh pemakai.
Syarat-syarat pembuatan DFD ini adalah :
·   Pemberian nama untuk tiap komponen DFD
·   Pemberian nomor pada komponen proses
·   Penggambaran DFD sesering mungkin agar enak dilihat
·   Penghindaran penggambaran DFD yang rumit
·   Pemastian DFD yang dibentuk itu konsisten secara logika

3.      ENTITAS RELATIONSHIP DIAGRAM (ERD)
         Penyajian data dengan menggunakan entity relationship :
         a. Entity
·         Entity adalah objek yang dapat dibedakan dalam dunia nyata
·         Entity set adalah kumpulan dari entity yang sejenisnya
·         Entity set dapat berupa : objek secara fisik dan objek secara konsep

b. Atribut
      Karakteristik dari entity atau relationship yang menyediakan penjelasan detail tentang entity atau relationship tersebut.
Jenis atribut :
·         Nilai Atribut : Data actual atau informasi yang disimpan pada suatu atribut didalam suatu entity atau relationship
·         Key : Atribut yang digunakan untuk menentukan suatu entity secara unik
·         Atribut simple : atribut yang bernilai tunggal
·         Atribut multivalue : atribut yang memiliki sekelompok nilai untuk setiap instant entity
·         Atribut composite : suatu atribut yang terdiri dari beberapa atribut yang lebih kecil yang mempunyai arti tertentu.
·         Atribut Derivatif : Suatu atribut yang dihasilkan dari atribut yang lain
         c. Relationship
               Definisi : Hubungan yang terjadi antara satu atau lebih entity.
               Relationship set : kumpulan relationship yang sejenis
         d. Cardinality Ratio Constraint
               Defenisi : menjelaskan batasan julah keterhubungan satu entity dengan entity lainnya.
               Jenis-jenis cardinality Ratio :
·         1 : 1
·         1 : M / N : 1
·         M : N
         e. Participation Constraint
               Defenisi : menjelaskan apakah keberadaan suatu entity bergantung pada hubungannya dengan entity lain.
               Jenis-jenis Participation Constraint :
·         Total participationok : keberadaan suatu entity tergantung pada hubungannya dengan entity lain
·         Partial Participation : Keberadaan suatu entity tidak tergantung pada hubungannya dengan entity lain
         f. Weak Entity
               Weak entity adalah suatu entity dimana keberadaan dari entity tersebut tergantung dari keberadaan entity lain. Entity yang merupakan induknya disebut Identifying Owner dan relationshipnya di sebut Identifying Relationship.
               Weak entity selalu mempunyai total Participation Constraint dengan identifying Owner.

Transformasi dari ERD ke Database Relational
a.  Setiap tipe  entity dibuat suatu relasi yang memuat semua atribut simple, sedangkan untuk atribut composite hanya dimuat komponen-komponennya saja.
b. Setiap relasi yang mempunyai atribut multivalue, buatlah relasi baru yang dimana primary keynya merupakan gabungan dari primary key dari relasi tersebut dengan atribu multivalue.
c.  Setiap unary relationship 1:N, pada relasi perlu ditambahkan suatu foreign key yang menunjuk ke nilai primary keynya.

Normalisasi yaitu teknik untuk mengorganisasi data ke dalam tabel-tabel untuk memenuhi kebutuhan pemakai di dalam suatu organisasi.
Tujuan :
a. Menghilangkan kerangkapan data
b.Mengurangi kompleksitas
c. Mempermudah pemodifikasian data

Proses Normalisasi :
a. Data diuraikan dalam bentuk tabel, selanjutnya dianalisis berdasarkan persyaratan tertentu ke beberapa tingkat.
b. Apabila tabel yang di uji belum memenuhi persyaratan tertentu maka tabel tersebut perlu di pecah menjadi beberapa tabel yang lebih sederhana sampai memenuhi bentuk yang optimal.


Tahapan Normalisasi :
a. Bentuk tidak normal : menghilangkan perulangan grup
b.Bentuk normal pertama (1NF) : menghilangkan ketergantungan sebagian
c. Bentuk normal kedua (2NF) : menghilangkan ketergantungan transitif
d.            Bentuk normal ketiga (3NF) : Menghilangkan anomali-anomali hasil dari ketergantungan fungsional.
e. Bentuk normal Boyce-Codd (BCNF) : menghilangkan ketergantungan multivalue.
f. Bentuk normal keempat (4NF) : menghilangkan anomali-anomali yang tersisa.




===============================================================
Sumber :