Ilmu adalah panglima hidup, setiap insan hidup sejauh ilmunya ....... Terkadang kita butuh keterasingan untuk menemukan kembali arti dan tujuan kita sebagai manusia ....... Hidup itu indah, jika kita tahu kuncinya ....... Jangan pernah memikirkan hasil, jika tidak berusaha keras .......

Sekapur Sirih

Terimakasih saya ucapkan atas kemurahan hati anda meluangkan sedikit waktu anda untuk melihat blog saya ini.
Mudah-mudahan semua yang ada disini dapat bermanfaat buat kita semua..

Kamis, 03 Mei 2012

Ilmu Budaya Dasar 9 - Manusia dan Kegelisahan

MANUSIA DAN KEGELISAHAN

Kegelisahan merupakan sebuah bagian penting di dalam hidup, ini menurut pandangan saya. Karena dengan adanya kegelisahan tersebut kita memiliki sebuah alat pengingat bahwa ada sesuatu yang salah yang telah kita lakukan. Apapun bentuk kesalahan tersebut, ketika kita sadar bahwa itu salah, maka kegelisahan akan segera muncul dan mengingatkan.

Kegelisahan sangat terasa didalam hati setiap insan, menjadikan hati tidak tenang dan dominan diliputi rasa takut. Dan hal ini juga terkadang dibarengin dengan pikiran yang sepertinya tidak tenang juga. Kadang semua bisa terlihat dari sikap orang yang sedang mengalami kegelisahan dan ketidak tenangan tersebut.

Bagian terpenting yang disebut kegelisahan yang diberikan Allah kepada setiap manusia yang diciptakanNya menjadikan kita bisa lebih berpikir dan mempertimbangkan apa yang telah kita lakukan, agar kelak hal tersebut tidak terulang lagi.

Tapi hal itu menjadi sebuah hal yang biasa (tidak menjadi bagian penting lagi), ketika seorang insan sudah terbiasa melakukan sebuah kesalahan yang terus berulang-ulang tanpa menghiraukan tanda (peringatan) dari dalam diri sendiri. Dalam agama Islam diistilahkan “hati yang menjadi keras”. Yang mana hal ini menjadikan insan tersebut ketika melakukan sesuatu lebih mengutamakan ego dan nafsunya dan menghiraukan bisikan hatinya.

Hanya dengan mengingatNya dan menjalankan semua perintahNya maka hati akan menjadi tenang. Ya kegelisahan itu umumnya timbul karena kita sudah melakukan apa yang dilarangNya. Dan semua itu bisa kita atasi dengan kembali kejalanNya, menjalankan semua perintahNya, menjadi makhluk yang memang harus tunduk patuh padaNya. Karena semua yang kita lakukan, hasil dan akibatnya kembali kepada diri kita sendiri.